Bantul melatih bisnis online pelaku UKM di Kelurahan Wukirsari

id Pelatihan bisnis online ,Pasarkan produk UKM ,UKM melek digital

Bantul melatih bisnis online pelaku UKM di Kelurahan Wukirsari

Pelatihan bisnis online bagi pelaku UKM di Kelurahan Wukirsari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul, DIY. Senin (25/9/2023). ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengadakan pelatihan bisnis online bagi pelaku UKM di wilayah Kelurahan Wukirsari, agar mereka semakin melek digital dalam memasarkan produknya.

"Pelatihan ini kami memfasilitasi keinginan dari pemda dan BPN (Badan Pertanahan Nasional), karena BPN itu punya program bagaimana tanah-tanah milik wirausahawan itu tersertifikasi, sehingga pesertanya adalah UKM yang memiliki tanah," kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul Agus Sulistiyana di sela-sela pelatihan di Bantul, Senin.

Menurut dia, peserta pelatihan bisnis online di Aula Kelurahan Wukirsari, Kecamatan Imogiri ini adalah pelaku UKM yang masuk dalam daftar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Dinas Sosial, atau mereka yang dari keluarga kurang mampu secara ekonomi.

"Karena di sini daerah miskin kami mengambil peserta yang masuk DTKS, jadi sebagian adalah warga miskin, sehingga harapan kita dengan pelatihan bisnis online yang diikuti oleh warga-warga Wukirsari ini, dia akan melek digital ketika punya produk bagaimana menjual," katanya.

Selain itu, kata dia, ketika kemudian belum mempunyai produk agar bagaimana produk orang bisa dijual oleh mereka selaku pedagang, atau reseller (menjual kembali) dan sebagainya. Jadi, materinya adalah tentang bagaimana bisnis secara online.

"Karena kan kita sekarang masuk di jaman digitalisasi, perdagangan bebas, produk kita itu saingannya luar biasa, jadi ketika dia akan mendigitalisasi produk jual ke luar ya produk kita harus kualitas, tidak bisa produk yang tidak kualitas kemudian disaingkan dengan produk lain," katanya.

Dengan demikian, kata dia, ketika pelaku UKM akan menjual produk keluar dengan pasar online itu secara kualitas, kontinyuitas dan legalitas harus ada di dalam produk tersebut.

"Sehingga pelatihan ini tidak melulu hanya bagaimana menjual secara online, tetapi harus bagaimana produk UKM itu difoto dengan baik, karena produknya baik, kalau foto tidak baik, ditawarkan di dunia luar akan kalah dengan produk lain," katanya.

Dia menyebut, total jumlah pelaku UMKM di seluruh Bantul saat ini sekitar 128 ribu pelaku, sehingga mereka akan terus didorong dan dikuatkan dalam menjalankan usaha, termasuk tentang bagaimana menjual produk secara online.
 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2024