Pemkot Yogyakarta gelar upacara adat Mitoni untuk tekan stunting

id Mitoni,Yogyakarta,Pemkot Yogyakarta

Pemkot Yogyakarta gelar upacara adat Mitoni untuk tekan stunting

Salah satu upacara adat Mitoni yang ditampilkan dalam Gelar Potensi Desa Budaya Wedomartani, Sleman bertajuk "Daur Kehidupan dan Kematian", Selasa 27 September 2016. (ANTARA/HO-Humas Pemkab Sleman)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar upacara adat Mitoni pada 27 April 2024 sebagai upaya menekan angka stunting di daerah itu.

Penjabat Ketua TP Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Yogyakarta Atik Wulandari dalam keterangan di Yogyakarta, Senin, mengatakan upacara adat bakal melibatkan 200 orang yang terdiri atas ibu hamil beserta suami, remaja, calon pengantin, pasangan usia subur, serta ibu bayi bawah dua tahun.

"Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kota Yogyakarta untuk pertama kalinya dengan menggandeng seluruh pihak yang dapat membantu pemerintah dalam menurunkan angka stunting seperti remaja, pasangan usia subur, serta ibu hamil," ujar dia.

Selain memberikan sosialisasi dan edukasi terkait dengan pencegahan stunting mulai dari usia remaja, menurut dia, acara tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah untuk melestarikan adat Mitoni. Tradisi Mitoni terkait dengan usia kehamilan tujuh bulan seorang ibu.

Atik mengungkapkan upacara itu, sesuai dengan adat istiadat Mitoni, mulai dari siraman, penyediaan sajen, menggunakan baju adat jawa lengkap, ubarampe, serta dekorasi yang menunjang khidmatnya upacara tersebut.

Di sela acara tersebut bakal dibuka pula layanan konsultasi gizi gratis oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dan stan Gender Corner dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta.

"Kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat penurunan stunting di Kota Yogyakarta dengan berkolaborasi dengan pihak-pihak yang terjun langsung lapangan," kata dia.

Direktur Komunikasi Informasi dan Edukasi BKKBN Pusat Soetriningsih berharap, prosesi Mitoni tidak hanya melestarikan budaya tetapi juga penyampaian sosialisasi dan edukasi di dalam penjelasan acara dapat diresapi dan diterapkan di kemudian hari.

Dia berharap, upacara Mitoni dapat diterapkan di masyarakat sehingga manfaat dari upacara itu membantu penurunan stunting di Kota Yogyakarta.

"Di upacara Mitoni ini kita bisa mengambil banyak sekali manfaat. Contoh saja, mandi atau siraman bagi ibu hamil untuk menjaga kebersihan atau adat makan berdampingan dengan menggunakan bahan makanan yang bergizi dan bernutrisi yang harus menjadi prioritas nilai gizi dan harus seimbang," ujar dia.