Yogyakarta (ANTARA) - Minuman herbal untuk melancarkan peredaran darah semakin dicari karena banyak orang mulai menyadari pentingnya sirkulasi darah yang lancar untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Sirkulasi yang baik berperan penting dalam menjaga suplai oksigen dan nutrisi ke seluruh organ tubuh, termasuk jantung dan otak. Untungnya, di sekitar kita tumbuh berbagai tanaman herbal yang bisa diolah menjadi minuman alami, praktis, dan menyehatkan.
Pada artikel yang dikutip dari situs pafikotabitung.org ini, Kamu akan menemukan pembahasan mendalam tentang berbagai jenis herbal lokal yang telah terbukti secara ilmiah membantu memperbaiki sirkulasi darah. Beberapa penelitian dari perguruan tinggi dan lembaga kesehatan di tanah air akan dijadikan acuan agar mendapatkan informasi yang terpercaya dan relevan. Yuk, simak informasinya sampai tuntas!
1. Jahe
Jahe sudah lama dikenal sebagai bahan alami yang dapat merangsang sirkulasi darah. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, ditemukan bahwa senyawa gingerol dalam jahe memiliki efek vasodilator, yaitu melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. Kamu bisa mengonsumsi jahe dalam bentuk wedang atau teh jahe hangat setiap pagi untuk manfaat maksimal.
Untuk membuatnya, cukup rebus beberapa iris jahe segar dalam air selama 10–15 menit, lalu tambahkan madu sebagai pemanis alami. Konsumsi secara rutin, terutama saat udara dingin, karena ini juga membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil.
2. Kunyit
Kunyit mengandung kurkumin yang bersifat anti-inflamasi dan anti-koagulan, sehingga dapat mencegah pembekuan darah yang dapat menyumbat aliran. Penelitian dari Universitas Airlangga menunjukkan bahwa konsumsi kunyit secara teratur dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dengan cara meningkatkan fungsi endotel pembuluh darah.
Cara terbaik mengonsumsinya adalah dalam bentuk jamu kunyit asam. Kamu bisa membuatnya sendiri dengan merebus kunyit yang sudah diparut bersama air asam jawa dan gula merah. Minuman ini tak hanya melancarkan peredaran, tapi juga menyegarkan tubuh.
3. Daun Sirih
Tidak banyak yang tahu bahwa daun sirih, selain dikenal sebagai antiseptik, juga bermanfaat untuk memperlancar peredaran darah. Hasil penelitian di Universitas Padjadjaran mengungkapkan bahwa ekstrak daun sirih mampu mengurangi viskositas darah, sehingga darah mengalir lebih lancar.
Kamu bisa menyeduh beberapa lembar daun sirih dengan air panas, biarkan selama 10 menit, lalu minum airnya saat hangat. Rasanya memang cukup khas, tapi manfaat kesehatannya sangat besar.
4. Temulawak
Temulawak dikenal sebagai tanaman herbal khas yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional. Senyawa kurkuminoid dalam temulawak membantu meningkatkan produksi empedu yang berdampak pada metabolisme lemak dan kolesterol, dua faktor penting dalam menjaga kesehatan pembuluh darah. Menurut riset dari Institut Pertanian Bogor (IPB), temulawak juga membantu mencegah aterosklerosis, penyebab umum sirkulasi darah terhambat.
Buatlah minuman herbal ini dengan cara memotong tipis temulawak, lalu rebus bersama air dan sedikit kayu manis agar rasanya lebih nikmat. Konsumsi dua kali seminggu untuk hasil terbaik.
5. Pegagan
Pegagan atau Centella asiatica sangat dikenal sebagai tanaman yang mendukung kesehatan otak karena kemampuannya meningkatkan mikro-sirkulasi darah. Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Andalas menyatakan bahwa konsumsi pegagan dapat membantu meningkatkan aliran darah ke otak sehingga mencegah risiko stroke ringan dan memperbaiki konsentrasi.
Seduh daun pegagan kering seperti membuat teh, atau rebus daunnya segar dan minum air rebusannya. Pegagan juga sering digunakan sebagai bahan jus segar dengan campuran jeruk nipis agar lebih segar.
6. Sambiloto
Sambiloto memang terkenal pahit, namun manfaatnya untuk peredaran darah sangat luar biasa. Dalam studi dari Universitas Brawijaya, sambiloto diketahui dapat menurunkan tekanan darah tinggi serta memperkuat elastisitas pembuluh darah. Hal ini secara langsung berkontribusi pada kelancaran sirkulasi. Rebus daun sambiloto segar dalam 500 ml air hingga mendidih, saring, dan minum saat hangat. Bisa ditambahkan sedikit madu untuk mengurangi rasa pahitnya.
7. Seledri
Biasanya seledri digunakan sebagai pelengkap masakan, tetapi Kamu perlu tahu bahwa tanaman ini juga berfungsi sebagai diuretik alami dan membantu menstabilkan tekanan darah. Dalam jurnal kesehatan dari Universitas Hasanuddin, seledri terbukti efektif dalam membantu relaksasi pembuluh darah karena kandungan apigenin dan pthalides.
Untuk membuat minuman herbal dari seledri, Kamu bisa menumbuk beberapa batang segar, lalu diseduh dengan air panas. Bisa juga dijadikan jus dengan tambahan mentimun dan lemon.
Kesimpulan
Memilih minuman herbal untuk melancarkan peredaran darah bukan hanya soal gaya hidup sehat, tetapi juga bagian dari investasi kesehatan jangka panjang. Dengan mengandalkan bahan-bahan alami yang tumbuh di sekitar kita seperti jahe, kunyit, dan pegagan, Kamu bisa mencegah berbagai penyakit kronis yang disebabkan oleh sirkulasi yang buruk.
Selain itu, berbagai penelitian dari universitas terkemuka di negeri ini juga membuktikan bahwa konsumsi herbal yang tepat dapat memberikan efek signifikan bagi kesehatan sistem kardiovaskular. Artinya, pilihan minuman herbal ini bukan hanya mitos, melainkan solusi yang telah teruji dan layak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan menjadikan konsumsi minuman herbal sebagai rutinitas, Kamu tidak hanya merawat kesehatan tubuh, tapi juga ikut melestarikan kearifan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Jadi, yuk mulai rutin minum herbal dari sekarang demi tubuh yang lebih sehat dan hidup yang lebih berkualitas!
