
Masduki, Barista Madura legendaris di kedai kopi tersohor Jeddah

Hijrah dan harapan
Meski telah menetap puluhan tahun di Jeddah, Masduki sebenarnya masih menyimpan keinginan untuk kembali ke Indonesia dan membuka usaha kopi sendiri. Lelaki itu sudah membayangkan membuka kedai kopi di Madura atau Jakarta. Dia juga sudah mengajak temannya untuk mewujudkan rencana tersebut.
Kini, ia tinggal bersama istri dan anak bungsunya di Jeddah. Istri pertamanya telah wafat, dan salah satu anaknya sudah menikah dan tinggal di Arab Saudi. Keluarga menjadi salah satu alasan kuat mengapa ia tetap bertahan di negeri orang.
Masduki bukan sekadar barista, ia adalah penjaga rasa dan konsistensi di kedai kopi tersebut. Di balik kesederhanaannya, ia memainkan peran penting menjaga warisan cita rasa yang telah dikenal lintas generasi. Ia membuktikan bahwa kualitas bisa bertahan di tengah tren yang terus berubah.
Di kedai kopi itu, pelanggan datang untuk menikmati secangkir kopi dengan cita rasa terbaik, ditambah dengan ketulusan dan kehangatan dari seorang perantau asal Madura.
Baca juga: Menag sebut jemaah haji Indonesia dipuji banyak negara karena tertib
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Masduki, tiga dekade barista Madura di kedai kopi legendaris Jeddah
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
