Ganda putri Lanny/Fadia belum stabil pada poin krusial gim penentuan

id badminton,bulu tangkis,pbsi,bwf,japan open,china open,Lanny Tria Mayasari,Siti Fadia Silva Ramadhanti

Ganda putri Lanny/Fadia belum stabil pada poin krusial gim penentuan

Arsip foto - Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Lanny Tria Mayasari (kiri) dan Siti Fadia S. Ramadhanti (kanan) saat beraksi di Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (4/6/2025). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz/aa.

Jakarta (ANTARA) - Pasangan ganda putri Indonesia Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti mengakui penyebab kekalahan mereka dari Liu Shengshu/Tan Ning dengan 21-10, 17-21, 16-21 di perempat final BWF World Tour Super 750 Japan Open 2025 adalah kegagalan menjaga konsistensi pada poin-poin krusial.

“Kami selalu bisa mengimbangi ganda putri top 10 tapi di finishingnya masih kurang konsisten sedikit lagi,” kata Fadia dalam keterangan resmi PP PBSI, Jumat.

Bertanding melawan unggulan pertama asal China, Lanny/Fadia sempat tampil menjanjikan dengan merebut gim pertama 21-10. Namun, dominasi itu tidak mampu mereka pertahankan pada dua gim berikutnya dan akhirnya menyerah 17-21, 16-21 di Tokyo Metropolitan Gymnasium.

"Menurut saya permainan hari ini berimbang, tidak ada yang benar-benar dominan baik dari tempo, pola, ataupun hawa di lapangan," ujar Fadia.

"Namun begitu masuk poin-poin tua, 16 ke atas, kami banyak sekali membuang poin. Itu menjadi pekerjaan rumah kami dan juga bagi sektor ganda putri Indonesia secara umum," katanya.

Sementara itu, Lanny mengatakan pentingnya menjaga fokus dan saling mendukung antar-pemain saat menghadapi tekanan.

"Harus meningkatkan fokus diri masing-masing, tidak mudah goyah ketika salah satu melakukan kesalahan," kata Lanny.

"Kalau satu melakukan kesalahan, yang satu harus tetap fokus cari poin lagi, bukan ikut-ikutan melakukan kesalahan," ujarnya menambahkan.

Kekalahan ini menjadi momentum evaluasi penting bagi pasangan Lanny/Fadia yang saat ini menjadi salah satu andalan baru sektor ganda putri Indonesia. Pada pekan depan, mereka akan kembali berjuang dengan turun di Super 1000 China Open 2025.

Adapun perjalanan wakil Indonesia di Japan Open 2025 telah selesai setelah tiga wakil yang tersisa tersingkir di perempat final. Selain Lanny/Fadia, nasib serupa dialami tunggal putri Putri Kusuma Wardani dan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Lanny/Fadia belum stabil saat poin krusial gim penentuan

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.