Jakarta (ANTARA) - Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel tetap memberikan pujian terhadap timnya meski takluk 0-1 dari Persis Solo pada pertandingan persahabatan di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu.
Dikutip dari laman resmi klub, Minggu, Van Gastel mengatakan anak-anak asuhnya itu menunjukkan sikap positif terutama pada aspek kekompakan dan mentalitas.
"Saya suka melihat beberapa sikap, seperti kami tetap bersatu, seperti bertahan dengan kompak, bertindak seperti sebuah tim, berkomunikasi satu sama lain," ungkap Van Gastel.
Mengenai jalannya pertandingan, pelatih berkebangsaan Belanda tersebut menilai terdapat perbedaan kualitas yang ditunjukkan timnya pada dua babak di laga ini.
Perbaikan signifikan di babak kedua menjadi sorotan utama dalam evaluasi Van Gastel dan selanjutnya mereka akan menatap beberapa agenda latihan intensif lain ke depannya.
"Saya melihat dua babak yang berbeda. Saya pikir babak pertama, Solo sedikit lebih baik dari kami, dan babak kedua sebaliknya. Saya berbicara dengan para pemain saat turun minum. Saya pikir kami tidak bermain dengan baik di babak pertama," jelas Van Gastel.
"Babak kedua jauh lebih baik. Mereka tetap bersatu, kami menciptakan beberapa peluang, dan bahkan kami seharusnya bisa menciptakan lebih banyak peluang. Persiapannya adalah menjadi lebih bugar dan memperbaiki sistem. Saya dan staf saya, kami harus memikirkan pemain mana yang akhirnya akan bermain sebagai 11 pemain inti," pungkasnya.
Pada pertandingan persahabatan itu, satu-satunya gol yang tercipta dilesakkan oleh gelandang Persis Zanadin Fariz.
Sementara itu, pelatih Persis Solo Peter de Roo mengatakan pertandingan persahabatan kontra tim selevel dapat dijadikan persiapan untuk menghadapi BRI Super League musim 2025/26.
"Pada babak pertama, kami tampil sangat agresif dengan intensitas yang baik. Meskipun sulit bermain di lapangan ini, kami mencari hal-hal yang ingin kami terapkan dalam celah-celah permainan," jelas De Roo.
"Di babak kedua, kami melakukan banyak pergantian pemain, yang mungkin sedikit mengganggu alur permainan. Namun, hal itu harus dilakukan agar kami bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik," tambahnya.
Pelatih berkebangsaan Belanda tersebut juga mengatakan bahwa beberapa pemain baru bergabung pekan lalu, sehingga dirinya tidak bisa memberikan beban latihan berlebih agar dalam kondisi fisik yang prima jelang musim berlangsung.
Ia memberikan penilaiannya terhadap permainan timnya dan hal-hal detail tentang hal taktis dalam laga ini yang perlu para pemain tingkatkan untuk pertandingan selanjutnya.
"Menurut saya, latihan ini untuk memantapkan gaya bermain kami. Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, bagi sebagian besar pemain, mereka masih sangat baru bergabung ke dalam tim," nilai De Roo.
"Terkadang pressing di area lebar sedikit terlambat. Kadang kami membiarkan lawan terlalu mudah untuk mengubah arah permainan. Namun, ini berawal dari kemauan para pemain untuk berkorban dan bermain agresif, lalu menjadi lebih kompak. Saya pikir kami sudah melakukan hal tersebut," tambahnya.
Selanjutnya Laskar Sambernyawa akan kembali melakoni laga persahabatan menghadapi Malut United pada Rabu (23/7).
