Bantul (ANTARA) - Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Bangunharjo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyediakan gerai pupuk bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan pupuk bagi 217 petani yang ada di kelurahan tersebut.
Ketua Kopdes Merah Putih Bangunharjo Yeri Widarnanto di Bantul, Kamis, mengatakan, dari beberapa gerai sebagai unit usaha koperasi, yang sering buka dan memberikan pelayanan kepada masyarakat adalah gerai pupuk bersubsidi.
"Untuk gerai pupuk masih tetap buka dan ada penjaganya, dan pupuk ini modalnya sementara kami dari pengurus beli sendiri. Jadi modalnya dari kami pribadi, pengurus," katanya.
Selain gerai pupuk, kata dia, unit usaha Kopdes Merah Putih Bangunharjo yang rutin buka adalah gerai elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, mengingat barang tersebut menjadi salah satu kebutuhan pokok yang harus tersedia.
"Untuk gerai elpiji masih buka. Setiap seminggu sekali pasokan dari agen distributor datang. Karena kan harganya relatif lebih rendah, jadi sudah inden," katanya.
Sedangkan untuk gerai simpan pinjam, apotek dan klinik, kata dia, masih tutup, namun pihaknya mengupayakan perizinannya. Sebab, saat ini klinik dan apotek belum buka dikarenakan belum mengantongi izin, sehingga takut menyalahi aturan usaha.
"Tapi, untuk apoteker sudah ada dari Puskesmas Sewon II. Hanya saja, saat ini masih ada kendala terkait izin apotekernya. Proses izin paling cepat enam bulan. Jadi harapannya akhir tahun, izin itu turun," katanya.
Dia juga mengatakan, alasan gerai Kopdes Merah Putih Bangunharjo sering tutup dikarenakan baru proses rekrutmen petugas, karena pengurus Kopdes Merah Putih Bangunharjo saat ini masih berstatus sebagai pekerja di kelurahan setempat.
"Jadi, untuk siaga di situ belum bisa, karena kami masih ada keterbatasan waktu yang terikat di kelurahan. Dan untuk rekrutmen tidak bisa menerima sembarang orang, karena terus terang itu baru pemula," katanya.
Selain itu, kata dia, sering tutupnya koperasi tersebut berkaitan dengan modal yang belum memenuhi sebagai persyaratan. Sebab, di dalam gerai sembako baru ada produk dari satu agen distributor pangan, sedangkan produk dari Bulog sempat ditarik.
Namun demikian, kata dia, saat ini pihaknya masih menunggu pencairan modal usaha dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) UMKM yang diupayakan pekan depan. Sebab, surat persetujuan pencairan dana modal baru saja ditandatangani.
