BMKG: Waspadai gelombang tinggi di perairan DIY hingga 21 September 2025

id BMKG,gelombang tinggi DIY,siklon tropis

BMKG: Waspadai gelombang tinggi di perairan DIY hingga 21 September 2025

Ilustrasi - Relawan memantau ombak di Pantai Drini, Tepus, Gunungkidul, DI Yogyakarta, beberapa waktu lalu. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta meminta wisatawan mewaspadai adanya gelombang tinggi di pantai selatan. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi gelombang tinggi di wilayah perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga 21 September 2025 akibat pengaruh dua bibit siklon tropis di sekitar perairan Filipina.

"Terpantau bibit siklon 99W di perairan barat Filipina dan bibit siklon 90W di perairan timur Filipina dimana kondisi ini berpotensi meningkatkan kecepatan angin permukaan dan ketinggian gelombang laut di perairan DIY," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono dalam keterangannya di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, pola angin timuran masih mendominasi perairan Jawa, termasuk DIY sehingga berdampak pada peningkatan tinggi gelombang.

"Kondisi cuaca di perairan Yogyakarta pada umumnya ditandai hujan dengan intensitas ringan hingga sedang," ujar dia.

BMKG, kata Warjono, memprakirakan gelombang laut berpeluang mencapai ketinggian antara 2,5 hingga 4,0 meter di perairan Kulon Progo, Bantul, Gunungkidul, serta Samudra Hindia selatan DIY.

Situasi itu, menurut dia, berisiko terhadap keselamatan pelayaran, baik perahu nelayan dengan kecepatan angin 15 knot dan gelombang 1,25 meter, kapal tongkang dengan angin 16 knot dan gelombang 1,5 meter, maupun kapal ferry yang mulai terdampak dengan gelombang 2,5 meter dan angin 21 knot.

Menurut dia, hasil analisis dinamika atmosfer terkini menunjukkan suhu muka laut di Laut Jawa maupun Samudra Hindia selatan Jawa terpantau hangat, antara 28 hingga 30 derajat Celsius, dengan anomali 0,5 hingga 1,5 derajat Celsius.

Kondisi tersebut mendukung peningkatan suplai uap air ke atmosfer sehingga memperkuat pembentukan awan hujan.

Profil kelembapan udara di DIY pada ketinggian 850-500 mb juga relatif basah, berkisar 60-95 persen, yang memicu terbentuknya awan hujan terutama di wilayah utara DIY pada siang hingga sore hari.

"Mempertimbangkan kondisi tersebut, kami memprakirakan periode 19 hingga 21 September 2025 akan disertai potensi hujan di wilayah utara DIY dengan ketinggian gelombang laut yang bervariasi antara kategori sedang hingga tinggi," kata Warjono.

Pada 19 September berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang di Sleman bagian utara, Kulon Progo bagian utara hingga tengah, dan Gunungkidul bagian utara hingga tengah, dengan gelombang laut berkisar 1,25 hingga 2,5 meter.

Pada 20 September, hujan ringan berpotensi turun di Sleman bagian utara, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara dengan gelombang meningkat 2,5 hingga 4 meter.

Sementara pada 21 September, hujan ringan masih mungkin terjadi di Sleman bagian utara dan Kulon Progo bagian utara dengan gelombang tinggi tetap 2,5 hingga 4 meter.

"Selalu perbarui informasi cuaca terkini melalui situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, atau media sosial kami, serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kebencanaan seperti BPBD, FPRB," ujar dia.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.