
BPBD Bantul terus sosialisasi pentingnya Apar bagi kantor kecamatan dan desa

Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta terus mensosialisasikan pentingnya alat pemadam api ringan (Apar) bagi kantor kecamatan maupun desa atau kelurahan di daerah tersebut.
"Untuk kecamatan dan kelurahan belum menjadi obyek inspeksi kami pada tahun ini, namun pada setiap kesempatan kami berikan imbauan dan sosialisasi terkait pentingnya Apar," kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD Bantul Irawan Kurnianto di Bantul, Minggu.
Menurut dia, Apar atau alat portabel untuk memadamkan api kecil itu penting dipasang di setiap ruangan dan ditempatkan di lokasi yang mudah diakses, agar ketika ada kejadian kebakaran dapat dilakukan penanganan lebih awal.
"Kami memberikan gambaran bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati, membeli Apar jauh lebih ringan daripada memperbaiki ruangan atau gedung beserta isinya jika terbakar," katanya.
Dia mengatakan apalagi setelah kejadian kebakaran akibat korsleting listrik di wilayah Kecamatan Kasihan beberapa waktu yang lalu, maka perlunya Apar yang dimiliki instansi kecamatan itu.
Irawan juga mengatakan sementara untuk kelurahan-kelurahan yang sudah diberikan sosialisasi, juga mendapat pelatihan penanganan kebakaran dengan membentuk relawan pemadam kebakaran (redkar).
"Hingga tahun ini sudah ada 37 kelurahan di Bantul yang sudah kami laksanakan dan sudah terbentuk redkar, sisanya dilaksanakan secara bertahap sehingga tercapai 75 kelurahan," katanya.
Penanganan kebakaran oleh Damkarmat BPBD Bantul pada 2025 hingga pertengahan September sebanyak 140 kejadian, objek kebakaran berupa rumah, jaringan listrik, tempat usaha, pabrik, kendaraan, lahan, kandang, rumpun bambu dan objek lainnya.
Sedangkan penyebab kebakaran sebagian besar karena korsleting listrik, kemudian kelalaian, karena aktivitas pembakaran sampah dan barang bekas, kebocoran gas dan belum diketahui penyebabnya.
"Kantor terakhir yang ada kejadian kebakaran di Kecamatan Kasihan," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
