Hamas segera tanggapi usulan Trump tentang rencana damai Gaza

id hamas,rencana gencatan senjata AS,palestina,pembebasan sandera,penarikan pasukan,perlucutan senjata

Hamas segera tanggapi usulan Trump tentang rencana damai Gaza

Asap mengepul dari bangunan-bangunan yang rusak di Kota Gaza, terlihat dari perbatasan selatan Israel pada 25 September 2025. ANTARA/Xinhua/Gil Cohen Magen

Istanbul (ANTARA) - Pemimpin Hamas pada Kamis malam mengatakan bahwa kelompok itu akan menanggapi rencana gencatan senjata Presiden AS Donald Trump sesegera mungkin.

"Hamas sedang membahas rencana tersebut dengan seksama, “Terlepas dari banyaknya keberatan yang kami miliki,” kata Mohammed Nazzal kepada televisi Al Jazeera yang berbasis di Doha dalam sebuah wawancara.

Ia mengatakan Hamas serius dalam mencari kesepahaman “di luar tekanan waktu dan ancaman.”

Menurut Nazal, pihaknya telah melakukan konsultasi baik internal maupun eksternal mengenai rencana itu dengan faksi-faksi Palestina, tokoh independen, dan para mediator.

Tanggapan final kami akan mengutamakan kepentingan rakyat Palestina dan prinsip-prinsip strategis perjuangan Palestina, tambahnya.

Pada 29 September, Gedung Putih mengeluarkan rencana terperinci yang menyerukan gencatan senjata segera di Gaza, diikuti oleh program komprehensif untuk rekonstruksi dan reorganisasi situasi politik dan keamanan di wilayah kantong tersebut.

Rencana itu akan menjadikan Gaza wilayah bebas senjata, dengan mekanisme pemerintahan transisional, diawasi langsung oleh Trump melalui badan internasional baru yang ditugasi memantau penerapan rencana tersebut.

Hal itu mencakup pembebasan seluruh sandera Israel yang ditawan Hamas dalam waktu 72 jam, dengan imbalan pembebasan ratusan tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Rencana tersebut menetapkan penghentian permusuhan, perlucutan senjata kelompok perlawanan Palestina, dan penarikan bertahap Israel dari Gaza, yang akan diatur oleh otoritas teknokratis di bawah pengawasan badan internasional yang dipimpin oleh presiden AS.

Trump mengatakan akan memberi Hamas waktu "tiga atau empat hari" untuk menanggapi usulannya untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir dua tahun di Gaza.

Sejak Oktober 2023, pemboman Israel telah menewaskan lebih dari 66.200 warga Palestina, kebanyakan perempuan dan anak-anak. PBB dan kelompok-kelompok hak asasi manusia telah berulang kali memperingatkan bahwa wilayah kantong itu tidak lagi layak huni, di mana kelaparan dan penyakit menyebar dengan cepat.

Sumber: Anadolu

Pewarta :
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.