Penggunaan etanol pada bahan bakar juga untuk mengurangi kebergantungan pada energi fosil yang pasokannya terbatas dan merupakan penyumbang utama emisi gas rumah kaca.
Indonesia pun sudah mulai bergerak untuk mengarusutamakan penggunaan etanol dalam campuran bahan bakar minyaknya.
Pengembangan bioetanol dan ketahanan energi
Ambisi pengarusutamaan etanol dalam BBM tercermin dalam rencana Kementerian ESDM untuk memproduksi bioetanol pada 2027 di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Langkah itu menunjukkan keseriusan Indonesia dalam mewujudkan ketahanan energi, sekaligus melakukan transisi ke energi yang lebih bersih.
Proyek pengembangan bioetanol merupakan salah satu turunan dari proyek utama pengembangan food estate yang menjadi fokus pemerintah, yakni perkebunan tebu seluas 500.000 hektare. Bioetanol merupakan bahan bakar yang mengandung bahan bakar nabati berupa alkohol, seperti etanol.
Baca juga: Pertamina tak cari untung impor BBM ke swasta
Etanol yang dihasilkan dari perkebunan tebu di Merauke, Papua Selatan, akan diolah menjadi bioetanol untuk mereplikasi keberhasilan Brasil dalam memanfaatkan tebu menjadi energi baru dan terbarukan, sebagai bentuk dari upaya transisi energi.
Dari sisi daya saing bioetanol, Kementerian ESDM terus mengupayakan penyederhanaan izin pembebasan bea cukai bagi etanol yang digunakan sebagai bahan bakar minyak.
Pungutan cukai etanol merupakan salah satu kendala yang dihadapi oleh Kementerian ESDM untuk pengembangan bioetanol. Adapun pungutan cukai untuk etanol sebesar Rp20 ribu per liter, baik untuk produksi dalam negeri maupun luar negeri.
Dengan demikian, percepatan implementasi dari pembebasan bea cukai etanol untuk bahan bakar berperan penting dalam menekan harga bioetanol agar menjadi lebih kompetitif apabila dibandingkan dengan BBM fosil.
Baca juga: Dirut Pertamina laporkan distribusi BBM untuk swasta kepada Presiden
Komitmen Indonesia untuk melakukan transisi energi digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80.
Melalui pidatonya yang berhasil menarik atensi dunia, Prabowo mengumumkan bahwasanya Indonesia dengan pasti berpindah dari pembangunan yang berbasis bahan bakar fosil menuju pembangunan berbasis energi baru dan terbarukan.
Kandungan etanol dalam BBM, dengan sendirinya, tak terpisahkan dari upaya transisi energi Indonesia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kandungan etanol dalam BBM untuk transisi energi
