IIJ gelar pelatihan jurnalisme feature di Kampung Batik Giriloyo

id Pelatihan, feature, yogyakarta, batik

IIJ gelar pelatihan jurnalisme feature di Kampung Batik Giriloyo

Ketua Desa Wisata Wukirsari Nur Ahmadi yang juga menjadi tokoh penggerak Desa Sejahtera Astra (DSA) menunjukkan salam canting. ANTARA/Nur Istibsaroh

Yogyakarta (ANTARA) - Indonesia Institute of Journalism (IIJ) bekerja sama dengan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Rhetor menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Feature tentang kisah Kampung Batik Giriloyo sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan kapasitas jurnalis muda dan pegiat media komunitas.

Kegiatan digelar langsung di Kampung Batik Giriloyo, bagian dari Desa Wisata Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, sekitar 16 hingga 20 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta, Senin (20/10). Giriloyo dikenal sebagai salah satu sentra batik tulis tertua dan terbaik di Bantul dengan sekitar 600 perajin aktif yang mempertahankan tradisi membatik klasik khas Yogyakarta secara turun-temurun.

Bagi masyarakat setempat, batik bukan sekadar kain, melainkan sudah menjadi jiwa mereka. Dari batik itu lahir cerita, dan identitas yang diwariskan lintas generasi. Tradisi ini berakar dari lingkungan abdi ndalem Keraton Yogyakarta, menjadikan Giriloyo tidak hanya pusat produksi batik, tetapi juga destinasi wisata edukatif yang menawarkan pengalaman membatik langsung bagi pelajar, keluarga, hingga wisatawan mancanegara.

Desa Wisata Wukirsari sendiri baru-baru ini memperoleh pengakuan internasional sebagai “The Best Tourism Village 2024” dari United Nations World Tourism Organization (UNWTO). Penghargaan tersebut menegaskan posisi Wukirsari sebagai desa wisata budaya terbaik dunia berkat upaya pelestarian warisan budaya, pengembangan eco village, dan nilai edukasi yang kuat yang berakar dari komunitas Batik Giriloyo.

Direktur Utama IIJ Umar Idris menjelaskan kegiatan ini diinisiasi untuk mengembangkan kemampuan jurnalis, blogger, dan kreator konten dalam mengemas kisah menjadi karya jurnalistik yang mendalam dan autentik.

“Feature bisa menjadi keunikan yang memiliki otentisitas yang tidak bisa digantikan oleh artificial intelligence (AI),” jelas Umar Idris saat memberikan sambutan.

Menurutnya, pelatihan ini juga menjadi wadah bagi peserta untuk belajar menggali cerita lokal yang sarat nilai kemanusiaan, kearifan budaya, dan semangat keberlanjutan.

“Pemberdayaan masyarakat bisa dimulai dari kemampuan bercerita. Melalui tulisan feature kita belajar melihat potensi lokal sebagai sumber inspirasi perubahan sosial dan lingkungan,” tambahnya.

Melalui pelatihan tersebut, peserta belajar menulis dan memproduksi berita feature dengan pendekatan etis, mendalam, dan humanis. Harapannya, karya-karya yang dihasilkan dapat memperkuat posisi media sebagai bagian dari gerakan pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya Nusantara.

Narasumber yang dihadirkan dalam workshop di antaranya adalah Ketua Desa Wisata Wukirsari Nur Ahmadi yang juga menjadi tokoh penggerak Desa Sejahtera Astra (DSA). Selain itu, juga hadir Titah HW sebagai pemateri tentang menulis feature.

Tak hanya workshop, kegiatan yang mendapatkan dukungan dari PT Astra International Tbk tersebut juga disertai dengan lomba karya foto jurnalistik dan juga tulisan jurnalistik. Peserta juga mendapatkan kesempatan ikut lomba penghargaan jurnalistik dari Astra untuk memperebutkan puluhan hadiah, termasuk sepeda motor listrik Honda, Honda PCX, Honda Genio, Macbook, iPad dan banyak lagi.

Head of Brand Communication PT Astra International Tbk Yudha Prasetya yang juga hadir di acara workshop menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Astra dalam mengembangkan kampung yang melibatkan penduduknya sebagai partisipan dan mengajak mereka menjawab kebutuhan akan realita dari daerah setempat.

“Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi wadah bagi para pencipta foto maupun tulisan untuk dapat memotret kisah masyarakat yang bergerak, berkolaborasi, dan telah memberi dampak bagi sekitar,” ungkap Yudha.

Selain hadiah yang disediakan oleh Astra, IIJ juga memberikan apresiasi untuk pemenang lomba yang mengirimkan karya jurnalistiknya dengan total jutaan rupiah.

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.