Yogyakarta (ANTARA) - Masyarakat di sentra industri bakpia Ngampilan atau wilayah Pathuk, Kota Yogyakarta, menggelar "Bakpia Day 2025" dan mengukuhkan oleh-oleh makanan khas tersendiri sebagai warisan kuliner.
"Kegiatan yang mengangkat tema 'Maha Karya Raja' ini, akan digelar selama sepekan pada akhir 2025 dengan menghadirkan berbagai acara yang mengangkat budaya lokal," kata Lurah Ngampilan Istikhomah, di Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, penyelenggaraan Bakpia Day 2025 ini sebagai upaya memperkuat identitas kuliner khas Kelurahan Ngampilan yang hampir sebagian besar warganya bergerak di bidang usaha bakpia.
"Kelurahan Ngampilan adalah sentral bakpia, dan jika orang menyebut Ngampilan, maka yang akan terbayang adalah bakpia," katanya lagi.
Ia mengatakan pula, selain penguatan identitas, saat ini wilayah Ngampilan juga telah ditetapkan sebagai sentral bakpia oleh Dinas Koperasi Kota Yogyakarta.
"Kalau sudah masuk ke wilayah Ngampilan, hampir semua rumah itu memproduksi atau menjual bakpia. Itulah mengapa Ngampilan disebut sentral Bakpia di Kota Yogyakarta," katanya pula.
Istikhomah mengatakan bahwa Bakpia Pathuk merupakan Warisan Budaya Tak Benda yang harus terus dijaga oleh pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
"Kami berusaha memastikan bakpia tetap menjadi oleh-oleh yang diminati wisatawan, walaupun harus bersaing dengan bakpia kukus hingga berbagai merek baru lainnya," katanya.
Pada Bakpia Day 2025 tahun ini, panitia menyiapkan 15.000 pembagian bakpia gratis kepada masyarakat dan wisatawan, meningkat signifikan dari 1.000 Bakpia pada tahun sebelumnya.
Rangkaian kegiatan juga meliputi "umbul dongo", yaitu malam syukuran lintas lima iman pada 24 November, dilanjutkan dengan pembagian bakpia gratis di kawasan wisata Malioboro pada 26 November, serta podcast pada 29 November 2025.
Latar belakang penyelenggaraan acara ini tidak lepas dari kuatnya citra Bakpia Pathuk sebagai ikon Kota Yogyakarta dan oleh-oleh wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.
Sebagai produk yang telah berstatus "Warisan Budaya Tak Benda", upaya menjaga kualitas dan keberlanjutannya dinilai paling penting untuk menjaga kontribusi ekonomi masyarakat Ngampilan.
Ketua Panitia Bakpia Day 2025 Joni Purwantoro mengatakan tema "Maha Karya Raja" dipilih, karena menggambarkan bakpia sebagai mahakarya kuliner Yogyakarta yang terus dijaga.
"Maha Karya Raja bisa dimaknai sebagai makanan khas Yogyakarta yang kualitas rasanya tetap terjaga, sekaligus persembahan terbaik dari masyarakat," katanya pula.
Ia mengatakan, sejarah bakpia sendiri merupakan pertemuan budaya Jawa dan Tiongkok yang kemudian menyatu menjadi identitas kuliner Ngampilan.
"Di bakpia itu ada cerita ‘Manunggaling Jawa dan Tionghoa.’ Kita saling 'ngemong, ngemong roso, ngemong rogo, ngemong konco' yaitu penyatuan berbagai kultur yang kemudian menjadi kekuatan bersama," katanya lagi.
