Yogyakarta (ANTARA) - Program Glow & Lovely Bintang Beasiswa 2025 secara resmi menginaugurasi 100 perempuan muda berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia pada Sabtu (22/11).
Tahun ini menjadi capaian tertinggi sepanjang sembilan tahun penyelenggaraan program, setelah jumlah pendaftar melonjak drastis hingga lebih dari 18 ribu peserta dari seluruh Indonesia.
Senior Brand Manager Glow & Lovely Stella Tika Lestari mengatakan peningkatan pendaftar menjadi bukti besarnya tekad perempuan muda Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
“Antusiasme pendaftar tahun ini sangat luar biasa. Lebih dari 18 ribu perempuan muda mendaftarkan diri dan ini menunjukkan kesadaran yang semakin tinggi bahwa pendidikan adalah jalan menuju masa depan yang lebih glowing,” ujar Stella Tika Lestari saat Media Gathering Inagurasi Glow& Lovely di Yogyakarta, Sabtu.
Ia menambahkan bahwa tahun ini menjadi pertama kalinya Glow & Lovely menghadirkan program beasiswa parsial untuk mahasiswi tingkat akhir.
“Setiap tahun kami menerima banyak pertanyaan dari mahasiswi yang hampir putus kuliah. Program parsial ini adalah jawaban atas kebutuhan tersebut agar mereka bisa menyelesaikan pendidikan,” ujarnya.
Executive Director Hoshizora Foundation Yudi Anwar menjelaskan bahwa proses seleksi berlangsung ketat melalui pemeriksaan berkas, esai, wawancara, hingga asesmen potensi.
“Faktor terpenting adalah prestasi dan motivasi mereka. Banyak peserta yang datang dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi sehingga kesempatan ini sangat berarti bagi mereka,” kata Yudi.
Ia menambahkan bahwa pemerataan akses informasi masih menjadi tantangan.
“Kami ingin program ini menjangkau seluruh daerah, tetapi akses teknologi di beberapa wilayah masih terbatas. Ini yang terus kami evaluasi tiap tahun,” ujarnya
Selanjutnya entrepreneur dan content creator Sabrina Anggraini berbagi pengalaman dan motivasi kepada para peserta.
“Pendidikan adalah fondasi penting. Program seperti ini bisa menjadi titik awal bagi perempuan muda yang hampir kehilangan harapan untuk kembali bangkit dan mengusahakan masa depan mereka,” katanya.
Ia juga menyoroti meningkatnya minat peserta terhadap profesi digital.
“Era digital membuka peluang besar, tetapi semua harus dimulai dari pengetahuan yang kuat agar karya yang mereka buat dapat memberi inspirasi,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu alumni program, Rafifah Karimah, menceritakan dampak beasiswa terhadap pendidikannya.
“Kesulitan hidup bukan alasan untuk menyerah. Program ini membantu saya melanjutkan kuliah sekaligus membuka jaringan dan perspektif baru,” kata dia.
