Pemkab Bantul konsultasi pakar konstruksi tangani talut Kali Oya

id Penanganan talut longsor ,Kali Oya Sriharjo ,Konsultasi pakar

Pemkab Bantul konsultasi pakar konstruksi tangani talut Kali Oya

Talut Kali Oya di Wunut Kelurahan Sriharjo Imogiri Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta ambrol hingga membuat akses jalan di sekitar terputus. (ANTARA/HO-Kominfo Bantul)

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bakal melakukan konsultasi dengan pakar konstruksi dalam melakukan penanganan talut Kali Oya di pedukuhan Wunut, Imogiri, yang ambrol atau longsor dampak hujan deras pada Jumat (21/11) sore.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Selasa, mengatakan kawasan Wunut Kelurahan Sriharjo, terutama yang berada di tepi Kali Oya yang mengalami longsor tersebut, memiliki kekhasan dengan sifat karakter tanah yang perlu penanganan khusus.

"Penanganan khusus bagaimana, tentu kami belum bisa menentukan dengan metode apa, ini harus konsultasi kepada pakar, kepada ahli konstruksi, pada ahli geologi, pada ahli hidrologi dan lain sebagainya," kata Bupati Abdul Halim.

Baca juga: Pemkab Sleman meminta keterangan pihak pengembang terkait talut longsor

Menurut dia, konsultasi dengan pakar konstruksi tersebut diperlukan agar ke depan setelah pembangunan kembali di akses jalan Wunut-Sompok yang terputus karena dampak longsor tersebut, nantinya tidak kembali longsor.

"Agar konstruksi yang nanti akan kita terapkan akan benar-benar tepat, karena jika salah, kita akan menghadapi problem yang sama untuk kesekian kali," katanya.

Setelah akses jalan Wunut-Sompok terputus, lanjut dia, sambil fokus penyelamatan warga terdampak, pemkab memikirkan tahap berikutnya yaitu rekonstruksi atau membangun kembali, namun diakui rekonstruksi akan lebih lama dan lebih rumit.

"Karena di wilayah Wunut-Sompok dan sekitarnya ini berdasarkan kajian teknik sipil, teknik geologi UGM (Universitas Gadjah Mada) memang ada sifat karakter tanah yang khas," katanya.

Baca juga: Talut ambrol, puluhan warga Kanigoro Gunungkidul mengungsi

Dia mengatakan pada dua atau tiga tahun lalu ketika terjadi hujan hingga mengakibatkan longsor di titik yang sama telah dilakukan kajian, dan memang rekomendasi dari pakar itu harus dilakukan satu penanganan khusus.

"Tidak cukup hanya dengan membuat talut Kali Oya melalui beton-beton yang panjangnya bisa mencapai 20 meter yang ditanam sebagai talut atau bangket Kali Oya," katanya.

Menurut dia, rekomendasi tersebut telah dilaksanakan pemerintah dalam memperkuat konstruksi jalan di tepi Kali Oya, namun ternyata tidak cukup untuk melindungi daratan dari abrasi sungai akibat hantaman banjir saat hujan deras.

"Itu karena dari aliran air tanah dan bawah tanah di sekitar mengalir ke arah sungai, maka bisa kita fahami kenapa talut Kali Oya itu ambrol terus, bukan dari arah sungai, tapi justru dari arah daratan melalui saluran air bawah tanah," katanya.

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.