Gunung Ile Lewotolok di Lembata kembali erupsi

id NTT,Erupsi,Kota Kupang,Gunung Lewotolok

Gunung Ile Lewotolok di Lembata kembali erupsi

Lava pijar keluar dari puncak gunung Ile Lewotolok, Kabupten Lembata, Sabtu (17/1). ANTARA/HO-PPG

Kupang (ANTARA) - Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata kembali erupsi pada Sabtu malam dengan ketinggian abu mencapai 300 meter di atas puncak gunung, setelah juga sempat erupsi pada Sabtu pagi dengan abu setinggi 500 meter.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok Yeremias Kristanto Pugel dalam laporannya di Kupang, Sabtu malam, mengatakan erupsi tersebut disertai dengan lontaran material pijar sejauh 200 meter ke sektor tenggara.

Baca juga: Gunung Semeru alami 23 kali gempa letusan selama enam jam

“Teramati juga aliran lava ke sektor barat sejauh 100 meter dari bibir kawah,” katanya.

Dia menambahkan, erupsi dengan ketinggian kurang lebih 1.723 meter di atas permukaan laut itu dengan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur.

Erupsi tersebut juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 33,5 milimeter dan durasi kurang dari satu menit.

Dengan erupsi tersebut maka pada hari ini tercatat terjadi dua kali erupsi dengan ketinggian kolom abu yang terbilang cukup tinggi.

Saat ini status Gunung Ile Lewotolok berada pada Level II atau Waspada, karena itu pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat di sekitar gunung maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas Gunung Lewotolok.

Baca juga: Gunung Semeru erupsi disertai luncuran awan panas guguran sejauh 4 km

Baca juga: Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi letusan mencapai 900 meter di atas puncak








Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gunung Ile Lewotolok di Lembata kembali erupsi

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.