Dinsos Bantul menyiapkan bansos program sambung pangan bagi KPM

id Dinsos Bantul ,Bantuan sosial ,Sambung pangan

Dinsos Bantul menyiapkan bansos program sambung pangan bagi KPM

Kantor Pemerintah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta (ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun anggaran 2026 menyiapkan bantuan sosial dalam program Sambung Pangan Bantul (Sapa Bantul) bagi sebanyak 1.000 keluarga penerima manfaat (KPM).

"Bantuan pangan ini menjadi salah satu program prioritas pengentasan kemiskinan di Bantul, kalau tahun 2025 kita berikan untuk 1.153 KPM, tahun ini akan diberikan untuk 1.000 KPM," kata Kasi Pengelolaan Bansos dan Penanganan Korban Bencana Dinsos Bantul Jazim Ahmadi di Bantul, Sabtu.

Menurut dia, bansos sambung pangan Bantul adalah bantuan bahan kebutuhan pokok atau sembako bagi keluarga miskin yang disalurkan warung tetangga yang bekerja sama dengan lembaga perbankan yang ditunjuk pemerintah.

"Jadi masyarakat atau KPM tidak menerima uang tunai, tetapi mereka dibantu oleh pemerintah melalui warung tetangga yang sudah ditunjuk bank, jenisnya ada daging, buah, ikan, beras dan lain sebagainya," katanya.

Dia mengatakan, jumlah KPM penerima bansos pangan pada 2026 yang mengalami penurunan dari 2025 dikarenakan beberapa hal, salah satunya bantuan diberikan bagi mereka yang betul-betul merupakan warga miskin yang belum menerima bansos sejenis.

"Kalau yang kemarin kita sasar kemiskinan ekstrem. Kalau kemiskinan ekstrem itu tidak memandang dia sudah menerima bansos atau belum. Jadi, tahun ini diberikan salah satunya kepada orang miskin yang betul-betul belum menerima bantuan sejenis ini," katanya.

Dia mengatakan, masing masing KPM penerima program bansos pangan ini mendapat bantuan sembako senilai Rp200 ribu per bulan, dan pada tahun 2026 bantuan dialokasikan untuk enam bulan dikalikan 1.000 KPM.

"Total anggaran untuk program Sapa Pangan tahun ini sekitar Rp1,2 miliar. Kalau yang bantuan dari pusat juga ada, namun kita tidak bisa menjabarkan, karena satu penerima variatif, tergantung komponen yang ada pada KPM," katanya.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.