Kerja jadi tukang pijat, Ikhsan bersinar di APG 2025

id ASEAN Para Games,ASEAN Para Games 2025 Thailand,ASEAN Para Games 2025,ASEAN Para Games Thailand,APG 2025 Thailand,Nur Ik

Kerja jadi tukang pijat, Ikhsan bersinar di APG 2025

Pemain tim goalball Indonesia Nur Ikhsan (tengah), bersiap memasuki lapangan untuk bertanding dalam pertandingan final ASEAN Para Games 2025 Thailand, di Indoor Stadium, Vongchavalitkul University, Nakhon Ratchasima, Minggu (25/1/2026). ANTARA/Donny Aditra

Nakhon Ratchasima (ANTARA) - Bekerja sebagai tukang pijat, atlet goalball Indonesia Nur Ikhsan berprestasi tinggi di panggung ASEAN Para Games (APG) Thailand 2025 setelah tampil bersinar bersama tim merebut medali perak.

"Alhamdulillah saya bisa membantu tim meraih medali perak, ini medali pertama saya tampil di APG Games dan ke depan saya masih butuh banyak pengalaman lagi," kata Ikhsan kepada ANTARA, setelah timnya menyerah 5-15 kepada Thailand dalam final di Indoor Stadium, Vongchavalitkul University, Nakhon Ratchasima, Minggu sore.

Perjalanan Nur Ikhsan menuju podium APG 2025 tidak selalu mulus. Pemuda berusia 24 tahun itu sehari-hari bekerja sebagai tukang pijat di kampung halamannya di Temanggung, Jawa Tengah.

Baca juga: Indonesia lewati target sabet 102 emas APG 2025, berpotensi bertambah

Di tengah keterbatasan ekonomi tapi harus tetap mencari nafkah untuk hidup, tidak membuat dia patah semangat untuk mencetak prestasi membanggakan.

"Dulu saat di pemusatan latihan daerah (pelatda), saya latihan pada hari Minggu, sedangkan hari lainnya dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," ujar dia.

Usaha itu berbuah manis. Perak menjadi medali internasional pertama dalam kariernya, sekaligus bukti bahwa kerja keras dan konsistensi berakhir pada prestasi.

Sebelum menerjuni goalball, Ikhsan menekuni para atletik, tapi karena berbagai hal yang dirasa kurang cocok, dia memutuskan beralih ke goalball pada 2023.

Baca juga: Indonesia tambah satu medali perunggu dari para menembak APG 2025

Keputusan itu menjadi titik balik dalam kariernya.

Ajang pertamanya adalah Pekan Paralimpiade Provinsi (Peparprov) Jawa Tengah, yang mengantarkannya ke pemusatan latihan daerah.

Konsisten membuat Ikhsan dipercaya tampil dalam Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024 di Solo untuk menyumbangkan medali emas bersama timnya.

Prestasi tersebut membuka pintu menuju pemusatan latihan nasional di Kota Solo pada 2025 dan akhirnya tampil di Thailand.

Menurut dia, dalam dua bulan lebih menjelang APG edisi ke-13 itu, intensitas latihannya meningkat tajam.

Dia berharap para disabilitas lain memiliki tekad kuat berprestasi seperti dirinya.

Menurut dia, jika ada kesempatan mengabdi kepada bangsa dan negara, maka sudah sebagai warga negara harus menjalaninya dengan sepenuh hati.

Baca juga: Tampil lepas antarkan Ken Swagumilang sabet emas perdana di APG

Baca juga: Debut di APG, Teodora Audi persembahkan emas untuk orang tua










Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kerja jadi tukang pijat, Ikhsan bersinar di APG 2025

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.