Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) siap memperkuat kurasi hingga integrasi Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) murid guna menjadi sumber rujukan resmi untuk jalur seleksi penerimaan peserta didik berbasis prestasi.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Kapuspresnas) Kemendikdasmen Maria Veronica Irene Herdjiono mengatakan prestasi murid selama ini menjadi pertimbangan dalam jalur penerimaan berbasis prestasi sehingga pihaknya tahun ini siap memperkuat kurasi hingga integrasi SIMT dari tingkat pusat hingga daerah.
“Kami ingin memperluas untuk kurasi ajang, kami lebih bakukan lagi supaya daerah dan pusat memiliki standar yang sama bagaimana menilai suatu ajang, bagaimana menilai suatu prestasi yang baik, dan dukungan lain, yang dilakukan melalui implementasi kebijakan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT),” kata Irene dalam acara Silaturahmi Kemendikdasmen dengan Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Senin.
Hingga saat ini, kata dia, sistem tersebut baru mencatat 379 ribu murid bertalenta unggul dari sekitar 40 juta peserta didik yang terdata dalam Dapodik.
Karena itu, pihaknya siap memperluas kurasi di tingkat daerah agar dapat mendata lebih banyak murid unggul serta potensi talenta sekolah di tiap wilayah.
"Angka ini hanya yang berhasil kami identifikasi saat ini. Oleh karena itu, kurasi talenta dari daerah ini kami perluas karena sebenarnya masih banyak sekali mutiara-mutiara di daerah itu yang bisa kami identifikasi, yang selanjutnya kami akan buatkan kebijakan program untuk pengembangannya,” imbuh Irene.
Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen Mariman Darto mengatakan penguatan SIMT murid tersebut dirancang dengan pendekatan hulu hingga hilir.
Pendekatan itu, kata dia, dimulai dari identifikasi minat dan bakat sejak dini hingga pemberdayaan talenta berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Pendekatannya kami lakukan dari hulu sampai hilir. Identifikasi minat dan bakat dilakukan lebih awal, lebih dini. Kemudian untuk pengembangan talenta, terutama bagi mereka yang berprestasi di level nasional, kami lakukan secara berkelanjutan,” kata Mariman.
Ia menambahkan salah satu perbedaan mendasar dari kebijakan saat ini ialah peralihan dari pendekatan event based menjadi system based.
Dalam konteks tersebut, lanjutnya, SIMT kini berfungsi sebagai pangkalan data nasional talenta murid.
“SIMT menjadi basis data bagi anak-anak dan seluruh pihak yang berkepentingan. Jadi bukan lagi sekadar berbasis ajang atau event,” katanya.
Adapun dalam implementasinya pada sistem penerimaan murid baru, ia menerangkan SIMT menjadi acuan utama.
Dengan kata lain, murid yang tidak terdata dan terkurasi dalam SIMT tidak dapat mengikutsertakan dirinya dalam penerimaan jalur prestasi meskipun mengklaim memiliki prestasi tingkat nasional ataupun internasional.
“Siapa pun yang tidak masuk SIMT, meskipun mengaku memiliki prestasi di level dunia, kalau tidak terintegrasi dan terkurasi oleh kita, maka tidak tercatat dan tidak dianggap memenuhi kriteria prestasi,” tegas Mariman.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendikdasmen perkuat kurasi-integrasi manajemen talenta murid
