Cinta Laura sebut edukasi pelecehan seksual harus dimulai sejak dini

id pelecehan seksual,edukasi pelecehan seksual,Cinta Laura,UNICEF,kekerasan

Cinta Laura sebut edukasi pelecehan seksual harus dimulai sejak dini

Duta Nasional UNICEF Cinta Laura Kiehl (kiri), Perwakilan UNICEF di Indonesia Maniza Zaman (tengah) dalam diskusi mengenai perlindungan anak di Jakarta pada Selasa (10/2/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.

Jakarta (ANTARA) - Duta Nasional UNICEF Cinta Laura Kiehl mengatakan edukasi tentang pelecehan seksual harus dimulai sejak dini dan tidak cukup hanya dilakukan di institusi pendidikan saja.

"Edukasi ini tidak cukup dilakukan di institusi pendidikan tempat anak-anak belajar, tetapi juga perlu diterapkan di industri formal dan ranah profesional. Para karyawan, pemimpin, dan pengambil keputusan perlu mengikuti program edukasi dan sosialisasi terkait isu ini," katanya di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, isu kekerasan dan pelecehan selalu menjadi permasalahan sistemik yang terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dan tidak memandang status sosial ekonomi, tingkat pendidikan, maupun latar belakang pekerjaan.

"Kekerasan dan pelecehan terjadi di semua lapisan masyarakat, baik pada orang kaya maupun kurang mampu, berpendidikan maupun tidak, di industri korporasi maupun institusi pendidikan. Hal ini terjadi di mana-mana dan sangat menakutkan, oleh karena itu, edukasi ini harus dimulai sejak dini," katanya.

Menurutnya, masyarakat seringkali masih menutup mata ketika pelaku adalah orang yang memiliki kuasa atau bahkan berasal dari lingkungan keluarga korban sendiri, oleh karena itu, masyarakat perlu lebih berani untuk bersuara melindungi korban.

"Intinya, menyuarakan isu ini saya lakukan secara konsisten selama enam tahun terakhir, baik melalui forum offline maupun online, saya tidak pernah takut karena semua perubahan itu berawal dari kesadaran. Saat ini, tingkat kesadaran di negara kita masih perlu terus ditingkatkan, dan harus dilakukan lintas sektor," paparnya.

Cinta menegaskan, ketika masyarakat mulai berani bersuara, maka perlindungan terhadap korban bisa dilakukan secara maksimal.

Perwakilan UNICEF di Indonesia Maniza Zaman mengemukakan, semua bentuk kekerasan terhadap anak adalah masalah serius. Di era digital, terjadi peningkatan risiko terhadap anak-anak, termasuk eksploitasi seksual daring, perundungan online, dan berbagai bentuk kekerasan lainnya.

"Kami memandang isu ini dari dua sisi utama: pencegahan dan respons. Pencegahan dilakukan melalui peningkatan kesadaran dan edukasi, tetapi, kita juga membutuhkan sistem respons yang kuat, termasuk legislasi yang memadai, aparat penegak hukum yang terlatih, serta strategi nasional yang komprehensif," ucap Maniza.

Menurutnya, ketika kekerasan terjadi, seringkali korban, utamanya anak-anak tidak ingin berbicara atau melapor. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperkuat sistem respons agar lebih sensitif dan berpihak pada korban, sehingga anak dan keluarganya merasa aman dan didukung.

"Proses pelaporan dan pencarian keadilan juga harus dipermudah. Selain itu, perubahan norma sosial sangat penting. Pastikan masyarakat memahami bahwa segala bentuk kekerasan terhadap anak tidak dibenarkan. Perubahan ini membutuhkan peran keluarga, tokoh masyarakat, pendidik, dan figur publik yang menyuarakan pesan yang sama," katanya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Cinta Laura: Edukasi pelecehan seksual harus dimulai sejak dini

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.