Jakarta (ANTARA) - Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Karina Marcella Widjaja, Sp.GK, AIFO-K menjelaskan mengenai sejumlah makanan dengan kandungan nutrisi yang membantu dalam mencegah anti-aging atau penuaan terutama pada kulit.
Dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Kamis, Karina mengatakan makanan dengan kandungan nutrisi yang memiliki efek anti-inflamasi dan antioksidatif yang dapat membantu tubuh melawan kerusakan sel terutama menghindari proses penuaan.
“Beberapa makanan yang memang bisa membantu untuk menghindari proses penuaan tersebut, contohnya sayur-sayuran dan buah-buahan itu harus yang bervariasi dalam jenis, warna itu juga akan memiliki kandungan yang berbeda-beda sehingga bermanfaat,” tutur dia.
Dalam konteks anti-aging, lanjut Karina, nutrisi anti-inflamasi dan antioksidan memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan jaringan tubuh dengan menyediakan bahan baku regenerasi, mengendalikan inflamasi, melindungi sel dari stres oksidatif, menjaga struktur dan fungsi jaringan jangka panjang.
Dokter spesialis lulusan Universitas Indonesia itu mengatakan bahwa nutrisi dan aging saling berhubungan karena proses penuaan itu melibatkan berbagai mekanisme molekuler dan seluler yang saling terkait.
Dalam proses aging atau penuaan menyebabkan berkurangnya kemampuan fungsi metabolik tubuh, yang menyebabkan ketidakseimbangan energi sehingga akan terjadi penumpukan atau akumulasi lemak dalam tubuh.
“Akumulasi lemak yang ada di tubuh kita, akan meningkatkan peradangan kemudian akan terjadinya juga kerusakan sel, stres oksidatif, dan akan meningkatkan proses aging dan meningkatkan penyakit degeneratif,” tutur dia.
Makanan yang mengandung nutrisi omega-3, lanjut Karina, juga bisa membantu menghambat anti-aging seperti yang diperoleh dari mengonsumsi ikan salmon, kembung, minyak zaitun atau extra virgin olive oil yang memiliki banyak kandungan seratnya dan menurunkan indeks glikemik atau kadar gula darah.
“Kita harus mencari makanan yang indeks glikemiknya rendah sehingga akan menurunkan juga gangguan dari hormon insulin yang ada di tubuh, sehingga juga bisa mengurangi proses stres oksidatif tersebut,” imbuh dia.
Karina mengatakan juga makanan yang perlu diwaspadai dapat meningkatkan proses inflamasi, dalam tubuh, terutama yang mengandung gula buatan, fast food, serta minuman bersoda dan minuman berenergi.
Ia menyarankan mengonsumsi makanan yang tinggi flavonoid dan karotenoid dalam proses anti-aging. Pada flavonoid jenis makanan yang memang larut dalam air dan kerap memberi warna biru, merah, maupun ungu, biasanya ditemukan pada buah ceri, raspberry, stroberi, dan buah-buahan yang berwarna.
Sementara karotenoid menghasilkan pigmen alami yang memberikan warna kuning hingga merah, di mana terdapat pada buah dan sayuran, seperti wortel, labu, ubi jalar, tomat, bayam, maupun brokoli.
“Kita wanti-wanti seringkali mereka harus mengonsumsi makanan yang bervariasi gitu, jangan makannya itu lagi,” imbuh dokter yang berparktik di Klinik Bamed itu.
