Pemprov DIY menggandeng puluhan UMKM pada Silaturahmi Idul Fitri 2026

id Pemprov DIY ,Silaturahmi Idul Fitri ,UMKM DIY

Pemprov DIY menggandeng puluhan UMKM pada Silaturahmi Idul Fitri 2026

Pelaku UMKM menyajikan menu khas angkringan seperti nasi kucing dan gorengan kepada warga saat Silaturahmi Idulfitri 1447 H di Bangsal Kepatihan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (30/3). ANTARA/ Aufa Ulya Fithrin.

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggandeng sekitar 70 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pemilik angkringan pada acara Silaturahmi Idul Fitri 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Jadi Ke-271 DIY bersama masyarakat di Bangsal Kepatihan, Senin.

Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Administrasi Umum Srie Nurkyatsiwi mengatakan pelibatan pelaku UMKM tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung ke masyarakat.

"Kami ingin momentum silaturahmi ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat lapis bawah. Pelibatan pelaku usaha kecil ini mencerminkan semangat guyub rukun sekaligus menghidupkan UMKM kuliner kita," katanya.

Kehadiran puluhan gerobak UMKM tersebut menjadi bagian dari konsep ekonomi kerakyatan yang diusung dalam Puncak Peringatan Hari Jadi Ke-271 DIY dengan berbagai hidangan disediakan, mulai dari menu khas angkringan seperti nasi kucing dan gorengan, hingga sajian soto, aneka jenis jenang, serta produk UMKM kuliner lokal lainnya.

Pranata Humas Ahli Madya Dinas Komunikasi dan Informatika DIY Ditya Nanaryo Aji mengatakan kegiatan tersebut secara resmi bertajuk Silaturahmi Idul Fitri, bukan open house, serta menjadi momentum yang dinantikan masyarakat, setelah sempat ditiadakan pada 2025.

"Pada 2026 ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk bertemu langsung dengan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur, sekaligus merayakan Hari Jadi DIY Ke-271 yang puncaknya pada 13 Maret 2026 jatuh pada suasana Ramadhan. Jadi, kita rangkai menjadi satu kesatuan dalam semangat kesederhanaan," katanya.

Ditya menekankan meski terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa batasan jumlah, terdapat sejumlah aturan yang perlu diperhatikan demi kekhidmatan acara di Bangsal Kepatihan, seperti masyarakat diminta mengenakan pakaian yang sopan, tidak menggunakan sandal jepit, tidak melakukan swafoto maupun merekam video saat bersalaman dengan pimpinan daerah agar alur antrean tetap lancar.

"Kami dari Humas Pemda DIY akan menyediakan tim fotografer di lokasi. Masyarakat tidak perlu khawatir kehilangan momen, karena kami menyediakan link download foto yang bisa diakses secara bebas setelah acara," katanya.

Ia mengatakan untuk menjaga kelancaran acara, Pemda DIY menerapkan manajemen alur kunjungan, termasuk pembatasan waktu layanan, larangan swafoto saat prosesi bersalaman, serta penyediaan jalur khusus bagi penyandang disabilitas guna memastikan kenyamanan seluruh masyarakat yang hadir.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.