Sleman (ANTARA) - Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan bahwa kehadiran OHANA Training Center diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup difabel di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas kontribusi OHANA dalam upaya pemberdayaan difabel, khususnya di Kabupaten Sleman," kata Danang saat menghadiri grand opening Gedung Kantor dan Warehouse OHANA Training Center di Harjobinangun, Pakem, Sleman, Senin.
Menurut dia, OHANA Training Center sebagai pusat pelatihan dan layanan yang aksesibel dan profesional juga diharapkan akan membawa dampak positif yang bisa dirasakan masyarakat di Kabupaten Sleman.
"Kalau melihat kursi roda secara umum, mungkin kita menganggapnya semua sama saja. Ternyata di OHANA ini, kursi roda itu ada berbagai macam tipe karena disesuaikan dengan kultur bentuk tubuh dan kebutuhan. Bahkan untuk atlet juga beda. Kami bersyukur warehouse dan training service ini ada di Kabupaten Sleman," katanya.
Direktur Eksekutif OHANA Risnawati Utami mengatakan bahwa training center yang baru diresmikan ini dapat difungsikan sebagai pusat layanan dan pelatihan komprehensif yang berfokus pada layanan fungsional kursi roda adaptif, pemberdayaan ekonomi perempuan disabilitas, dan advokasi kebijakan inklusif.
"OHANA Training Center ini diharapkan menjadi solusi untuk mereduksi stigma dan diskriminasi yang dialami oleh penyandang disabilitas yang selama ini kerap terabaikan dan negara belum hadir dalam mengatasi semua ini," katanya.
Ia mengatakan, sejak berdiri pada 6 Juli 2012, OHANA bekerja di antara celah-celah sistem yang belum sepenuhnya berpihak kepada penyandang disabilitas, seperti masih banyaknya penyandang disabilitas memakai kursi roda yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan aktivitas mereka. Bagi anak dengan disabilitas ganda, akses terapi yang berkualitas pun masih sangat terbatas.
"Sehingga kerja-kerja advokasi yang kami kembangkan harus terus mendorong terciptanya disability justice dalam pemenuhan hak kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, hingga kebijakan dan akses terhadap adaptasi perubahan dinamika di masyarakat," katanya.
