
BKPSDM Kulon Progo dukung medsos ASN untuk akuntabilitas tata kelola pemerintahan

Kulon Progo (ANTARA) - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendukung media sosial Aparatur Sipil Negara untuk penguatan kinerja komunikasi digital dalam rangka pengembangan kompetensi dari aspek literasi digital dan penguatan transparansi serta akuntabilitas tata kelola pemerintahan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kulon Progo, Sudarmanto di Kulon Progo, Selasa, Rabu, mengatakan surat edaran terkait asesmen pengelolaan media sosial perangkat daerah, BKPSDM memandang bahwa langkah ini merupakan bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas kinerja aparatur, khususnya dari aspek pengembangan kompetensi dari aspek literasi digital dan penguatan transparansi serta akuntabilitas tata kelola.
"Dari sisi pengembangan kompetensi, asesmen ini menjadi instrumen untuk memetakan kemampuan ASN dalam pengelolaan media sosial pemerintahan, baik dari aspek teknis, komunikasi publik, maupun adaptasi terhadap transformasi digital," kata Sudarmanto.
Ia mengatakan hasil asesmen nantinya dapat menjadi dasar dalam penyusunan program pelatihan, coaching, maupun peningkatan kapasitas SDM agar lebih profesional, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan dan ekspektasi publik yang semakin dinamis.
Sementara itu, dari aspek penguatan akuntabilitas, pengelolaan media sosial yang baik akan mendorong transparansi kinerja perangkat daerah serta memperkuat pertanggungjawaban kepada masyarakat.
"Media sosial bukan hanya sebagai sarana publikasi, tetapi juga sebagai kanal interaksi dua arah yang mencerminkan keterbukaan informasi, kecepatan respon, serta kualitas pelayanan publik," katanya.
Dengan demikian, kata Sudarmanto, BKPSDM memandang positif pelaksanaan asesmen ini sebagai bagian dari upaya strategis dalam membangun ASN yang kompeten, adaptif, dan akuntabel, sejalan dengan tuntutan tata kelola pemerintahan yang modern dan berorientasi pada kualitas pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas.
Terkait ASN yang gagap teknologi dan android tidak mendukung kegiatan, Sudarmanto mengatakan hal itu menjadi area untuk pengembangan kompetensi bagi mereka secara bertahap lewat bimbingan teknis dan coaching.
"Learning dalam perangkat organisasi suatu kebutuhan sarana untuk belajar," katanya.
Pewarta : S159
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
