Logo Header Antaranews Jogja

Warga kembali ke pinggiran Beirut usai gencatan Lebanon-Israel berlaku

Sabtu, 18 April 2026 11:48 WIB
Image Print
Ilustrasi - Gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon. ANTARA/Anadolu Ajensi/pri.

Beirut (ANTARA) - Warga di pinggiran selatan Beirut kembali ke rumah mereka pada Jumat menyusul berlakunya gencatan senjata antara Lebanon dan Israel, kata seorang koresponden RIA Novosti.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis mengatakan bahwa Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama 10 hari yang dimulai pukul 21:00 waktu setempat dalam upaya mencapai perdamaian.

"Kami kembali ke rumah kami setelah 45 hari berkat upaya para pejuang perlawanan [Hizbullah], yang menghentikan pendudukan Israel atas tanah kami dengan mengorbankan nyawa mereka dan menjaga kehormatan rakyat kami," kata Ali Rida, seorang warga Beirut, kepada RIA Novosti.

Baca juga: Lebanon upayakan gencatan senjata permanen dengan Israel

Baca juga: Tolak gencatan senjata sementara, Iran ingin akhiri perang Timteng

Kemacetan lalu lintas terjadi di pintu masuk pinggiran selatan ibu kota Lebanon itu ketika mobil-mobil yang mengibarkan bendera Lebanon dan Hizbullah memasuki daerah-daerah di mana puluhan gedung bertingkat telah rata dengan tanah akibat serangan udara Israel.

Para pekerja kota membersihkan puing-puing dari jalanan untuk membuka jalan sehingga warga dapat kembali ke rumah mereka yang tersisa.

Kemacetan lalu lintas yang panjang juga dilaporkan di jalan raya yang menghubungkan Beirut ke Lebanon selatan.

Banyak orang kembali ke desa mereka pada malam hari, meskipun ada seruan dari gerakan-gerakan Lebanon seperti Hizbullah dan Amal agar tidak terburu-buru kembali sampai situasi benar-benar stabil.

Tentara dan dinas pemerintahan kota membangun tanggul semalaman di bagian-bagian sempit Sungai Litani untuk memungkinkan mobil yang membawa penduduk Lebanon selatan mencapai permukiman mereka, setelah pesawat Israel mengebom jembatan di atas sungai tersebut.

Pertempuran terbaru antara Israel dan Lebanon dimulai pada 2 Maret, menyusul serangan AS dan Israel terhadap Iran.

Israel melancarkan serangan darat ke Lebanon selatan pada 16 Maret sambil terus membombardir kota-kota Lebanon, termasuk Beirut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Warga kembali ke pinggiran Beirut usai gencatan Lebanon-Israel berlaku



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026