Jakarta (ANTARA) - Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski) dr. Hanny Nilasari mengemukakan sejumlah mitos dan fakta seputar virus human papillomavirus (HPV) yang bisa menjadi penyakit menyerang pada kulit.
“Virus namanya human papillomavirus, makanya disingkat menjadi HPV, merupakan penyakit yang bisa mengenai kulit dan juga bisa mengenai kelamin, dan ini adalah paling umum di seluruh dunia,” kata Dr. dr. Hanny Nilasari, Sp.D.V.E, Subsp. Ven, FINSDV, FAADV, dalam acara kesehatan bersama MSD Indonesia, di Jakarta, Selasa.
Dokter spesialis kulit dan kelamin lulusan Universitas Indonesia itu menyampaikan bahwa anggapan tentang virus HPV di masyarakat seperti hanya perempuan yang dapat terinfeksi itu merupakan mitos.
Baca juga: Dinkes DIY siapkan imunisasi HPV anak 11 tahun
Baca juga: Kemenkes menargetkan 1,5 juta perempuan Indonesia diskrining HPV DNA pada 2026
“Hanya perempuan yang dapat terkena HPV, salah. Kenyataannya faktanya perempuan dan laki-laki keduanya berisiko untuk mendapatkan infeksi HPV,” tutur dia.
Hanny menekankan bahwa HPV sebagai masalah bersama bukan hanya masalah pada perempuan, namun juga pada laki-laki. Bahkan, HPV pada laki-laki dapat menyebabkan berbagai jenis kanker.
“Satu dari tiga pria lebih dari usia 15 tahun ini juga terinfeksi HPV, jadi global burden-nya ini sangat tinggi sekali. Infeksi pada laki-laki bisa terjadi ada yang disebut kanker penis, kanker skrotum, kanker anus, mulut, dan tenggorokan,” imbuh dia.
Mitos lain terkait HPV, kata Hanny, anggapan bahwa infeksi virus tersebut hanya dapat ditularkan melalui hubungan seksual.
Faktanya, HPV bisa ditularkan melalui kontak dari kulit ke kulit, aktivitas seksual, dan ibu yang melahirkan anaknya secara normal yang memiliki HPV namun tidak pernah identifikasi.
Hanny menyampaikan vaksin HPV mendorong perilaku seks di usia dini adalah mitos. Kenyataannya, vaksin HPV diberikan sebagai bagian dari imunisasi rutin dan tidak akan bisa memengaruhi perilaku seksual.
Baca juga: KemenPPPA-POGI beri 100 vaksin HPV dalam Musyawarah Ibu Bangsa 2025
Baca juga: Studi: Vaksin HPV efektif cegah kanker serviks hingga 80 persen
Sebaiknya, penting untuk mengarahkan anak-anak dan remaja agar memahami bahwa aktivitas seksual sebaiknya dilakukan saat sudah dewasa dan dalam hubungan yang sah.
“Jadi jangan dibalik-balik ya, karena vaksin HPV ini adalah vaksin yang justru melindungi dan memproteksi kita sejak dini dari paparan HPV,” tegas Hanny.
Dia juga menyampaikan vaksinasi HPV pada laki-laki hanya prioritas di negara Barat itu sebagai mitos.
Faktanya, sejumlah negara di kawasan Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Arab Saudi juga telah menerapkan vaksin HPV pada netral gender.
“HPV ini bukan sesuatu yang harus ditakuti tetapi infeksi HPV ini justru kita lihat dari sisi kesehatan,” kata dia.
