Logo Header Antaranews Jogja

APPMBGI siap olah limbah dapur MBG jadi kompos dan bioavtur

Sabtu, 2 Mei 2026 06:55 WIB
Image Print
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak, Banten mulai dilaksanakan guna menunjang peningkatan gizi siswa-siswi jenjang pendidikan Sekolah Dasar. ANTARA/HO-Dindik Lebak (C)

Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) menyatakan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satunya melalui pengolahan limbah dapur menjadi kompos dan bioavtur.

Ketua Umum APPMBGI Abdul Rivai Ras dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan pihaknya tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga pada pengelolaan limbah dapur secara bertanggung jawab.

“Program MBG adalah investasi besar bagi generasi emas Indonesia. Oleh karena itu, kami berkomitmen menjadikan setiap dapur MBG sebagai model zero waste yang menghasilkan nilai tambah, bukan beban bagi lingkungan dan anggaran negara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dengan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi, terdapat potensi besar dari dua jenis limbah utama, yakni minyak jelantah dan sampah organik sisa bahan makanan.

Minyak jelantah dari SPPG, kata dia, akan dikumpulkan secara terorganisasi untuk diolah menjadi bioavtur ramah lingkungan, sementara sisa bahan makanan dapat diolah menjadi pupuk kompos.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta targetkan 1.000 biopori jumbo tekan volume sampah

Baca juga: DLH Bantul: TPST Modalan olah sampah jadi pupuk kompos dan maggot

Menurut dia, pengelolaan limbah tersebut tidak hanya menjadi solusi lingkungan, tetapi juga mendorong ekonomi sirkular, menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi beban pengelolaan sampah oleh negara, serta memberdayakan UMKM dan masyarakat sekitar.

APPMBGI juga menjalin kolaborasi teknis dengan sejumlah pihak, termasuk kementerian terkait dan PT Pertamina (Persero), untuk memastikan proses pengolahan memenuhi standar keamanan, kualitas, dan lingkungan.

Abdul Rivai menegaskan, pengelolaan limbah ini bukan sekadar program sementara, melainkan bagian dari ekosistem jangka panjang Program MBG.

“Kami ingin membangun model tata kelola yang mendukung ketahanan pangan sekaligus ketahanan energi nasional. Dari dapur sekolah hingga langit Indonesia, limbah hari ini bisa menjadi energi dan kesuburan tanah esok hari,” ujarnya.


Baca juga: DLH Sleman bakal membeli kompos hasil olahan sampah organik produksi masyarakat

Baca juga: Yogyakarta bakal intensifkan pengurangan sampah organik melalui biopori



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: APPMBGI siap olah limbah MBG jadi kompos dan bioavtur



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026