Kulon Progo (ANTARA Jogja) - Lukisan batik hasil karya Darminto warga pedukuhan Mendiro, Desa Gulurejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mampu menembus pasar Eropa.

"Lukisan batik sangat diminati pasar luar negeri seperti Jerman dan Inggris. Kami menjual lukisan batik lewat pedagang asal Bali. Kalau pasar lokal tidak ada yang berminat, kalau ada juga satu ada dua orang saja," kata pemilik showroom "Darminto Batik", Darminto di Kulon Progo, Sabtu.

Jenis lukisan batik, kata Darminto, yang banyak diminati adalah motif alam dan wayang. Kenaikan permintaan lukisan batik biasanya terjadi pada Juni hingga Desember.

"Kenaikkan omzet lukisan batik saat ini sudah mencapai 20 persen. Kenaikkan omzet akan terus terjadi hingga Desember, apalagi permintaan khusus untuk dipasarkan di Bali," kata Darminto.

Harga batik yang ditawarkan, kata dia, berkisar antara Rp75.000 per lukisan hingga Rp2,5 juta. Harga lukisan batik sangat dipengaruhi oleh tingkat kesulitan pewarnaan dan motif lukisan.

"Meski pangsa pasar luar negeri bagus, tapi kami sedang menggarap pasar lokal untuk menyukai dan membeli produk lukisan batik. Kami akan menggarap lukisan batik dengan harga di bawah harga ekspor," kata dia.

Menurut dia, proses pembuatan lukisan sangat rumit. Sehingga tidak semua perajin batik dapat membuat lukisan batik. Kunci membuat lukisan batik ada pewarnaan dan kemampuan menciptakan suasana hidup dalam sebuah kain.

"Saya dulunya seorang pelukis, kemudian saya tertarik melukis di sebuah kain dengan merepakan proses membatik dalam sebuah lukisan," kata Darminto.

(KR-STR)