Bantul (Antara Jogja) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengupayakan truk pengangkut sampah di kawasan Pantai Depok guna mengatasi masalah sampah di kawasan wisata kuliner tersebut.

"Harapannya truk sampah bisa diupayakan tahun depan, ini penting untuk menangani permasalahan sampah secara mandiri di Pantai Depok, apalagi di saat liburan objek wisata itu selalu penuh sampah," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul Bambang Legowo di Bantul, Selasa.

Menurut dia, permasalahan sampah di kawasan Pantai Depok memang telah mendapatkan perhatian instansinya, bahkan lembaganya pernah membahas masalah tersebut bersama Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk mencari solusinya.

Oleh sebab itu, pihaknya berinisiatif menangani permasalahan sampah di objek wisata pantai itu secara mandiri dengan membeli truk pengangkut sampah, termasuk akan menyediakan para tenaga operasional di lapangan.

Ia mengatakan upaya penanganan sampah secara mandiri tersebut ditempuh karena Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bantul selama ini sudah kewalahan mengambil sampah se-Bantul yang kemudian membawa ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.

"Bahkan, sampah di Pantai Parangtritis (sebelah timur Pantai Depok, red.) yang selama ini ditangani Dinas PU kadang sampai menumpuk, karena kalau pas lagi ramai pengunjung kan macet, jadi tidak bisa diambil," katanya.

Selain berencana pengadaan truk sampah, pihaknya juga sedang menghitung anggaran untuk operasionalnya, misalnya anggaran untuk pembelian bahan bakar minyak, sedangkan dana yang akan diusulkan sebesar Rp300 juta hingga Rp400 juta.

"Jika direalisasikan, truk pengangkut sampah ini bisa mengambil sampah di kawasan Pantai Depok dan Parangtritis kemudian membuangnya ke Piyungan, bahkan tidak menutup kemungkinan sampah-sampah di sejumlah objek wisata lainnya," katanya.

Pengurus Koperasi Mina Bahari 45 Pantai Depok Bantul Sutarlan mengatakan sampah di kawasan pantai Depok yang tidak terangkut selama ini dibuang ke Sungai Opak, sehingga perlu ada solusi yang ditempuh untuk mengatasi permasalahan itu.

"Mau dibuang ke mana lagi, kalau ke Piyungan tidak ada armadanya, mau beli juga tidak ada biayanya. Selain truk, harapannya dinas juga menyediakan satu bak sampah besar, karena bak sampah di sini juga masih kurang," katanya.

(KR-HRI)