Kulon Progo, (Antara Jogja) - Penjabat Bupati Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Budi Antono meminta anak usaha Badan Usaha Milik Daerah membuat rencana kerja yang jelas untuk mendongkrak pendapatan asli daerah.
Budi Antono di Kulon Progo, Jumat, mengatakan rencana kerja meliputi penyampaian laporan bulanan, semesteran, dan tahunan, penyampaian risalah berita acara RUPS BUMD, penyampaian laporan hasil pengawasan Dewan Pengawas, rencana bisnis anggaran tahunan (RBAT), rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP), rencana kerja anggaran tahunan (RKAT).
Ada pun anak usaha BUMD Kulon Progo yakni PD BPR Bank Pasar, PT, Selo Adikarto, Perumda Aneka Usaha, dan PDAM Tirta Binangun.
"Kami minta BUMD Kulon Progo membangun keterbukaan dengan pemkab. Kami berharap BUMD dapat berkoordinasi dan bekerja sama dengan baik," kata Budi Antono.
Menurut dia, setiap perusahaan pasti punya permasalahan. Perkembangan BUMD di Kulon Progo sudah bagus, namun masih butuh perhatian dan dukungan pemkab.
"Kami minta persoalan diselesaian dengan baik dengan adanya keterbukaan dan koordinasi," katanya.
Direktur PD Bank Pasar Joko Purnomo mengatakan PD Bank Pasar yang berdiri pada 1981 dengan modal dasar Rp50 miliar hingga September 2016 telah menyetor modal sebanyak Rp22.269.474.284.
Selain itu, Joko mengatakan perkembangan keuangan Bank Pasar setiap tahunnya ada trend peningkatan untuk aset, kredit, tabungan, deposito, laba, dan PAD.
"Hingga September 2016, Bank Pasar meraih laba Rp5.068.863.523 dan pada 2015 kontribusi PAD sebanyak Rp3.035.754.482," kata Joko Purnomo.
Direktur PDAM Tirta Binangun Jumantoro mengatakan pertumbuhan pelanggan setiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan, yaitu 2015 mencapai 20.981 dari 2014 sebesar 19. 359 pelanggan, sedangkan laba setelah pajak, dari tahun ke tahun mengalami tren peningkatan.
Jumantoro menambahkan setelah adanya rencana pembangunan bandara dan mega proyek lainnya di Kulon Progo, diprediksi total kebutuhan air PDAM sampai 2019 akan semakin meningkat, yaitu sebesar 1.200 liter per detik.
Direktur Perumda Aneka Usaha Budi Hartono mengatakan sektor bisnis usahanya meliputi unit usaha SPBU, unit usaha perbengkelan dan unit usaha perdagangan umum.
"Sejak 2004 hingga 2014, Perumda Aneka Usaha meraih laba sebesar Rp5.241.680.612,26 dan disetor sebagai PAD sebanyak Rp2.465.170.486,92," katanya.
Direktur PT Selo Adikarto Made Hendra Putra menyampaikan bahwa perusahaannya sempat terkendala masalah keuangan, tetapi pada 2014 laba bersih mencapai Rp3.086.481.386, sedangkan pada tahun yang sama dengan target PAD sebesar Rp1.729.553.659 dapat tercapai realisasi dividen sebesar Rp1.851.888.832.
(U.KR-STR)
BUMD Kulon Progo diminta buat rencana kerja
Jumat, 4 November 2016 22:43 WIB
Kabupaten Kulon Progo (Foto Istimewa) (istimewa)
Pewarta : Sutarmi
Editor : Luqman Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Kulon Progo ajukan harmonisasi Pergub 24 Tahun 2024 pengadaan tanah kas desa
18 May 2026 15:13 WIB