Mapala Instiper Yogyakarta merintis jalur panjat puncak Tebing Baturaya
Rabu, 12 Juli 2023 14:48 WIB
Pelepasan Mapala Kapakata Instiper Yogyakarta untuk melakukan kegiatan "Ekspedisi Atap Bumi Bersujud" panjat tebing di Tebing Baturaya, Kalimantan Selatan, di Yogyakarta, Rabu (12/7/2023). ANTARA/HO-Humas Instiper Yogyakarta
Yogyakarta (ANTARA) - Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Kapakata Institut Pertanian (Instiper) Yogyakarta melakukan ekspedisi bertajuk "Ekspedisi Atap Bumi Bersujud" yang merupakan kegiatan panjat tebing di Tebing Baturaya, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, pada 12-24 Juli 2023, guna merintis jalur panjat menuju puncak tebing tersebut.
Manajer Ekspedisi Wagiman Hadi Wijaya di Instiper Yogyakarta, Rabu, mengatakan tim melakukan operasional panjat tebing di Tebing Baturaya karena informasi dari FPTI Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, selain masih belum banyak dieksplorasi oleh pecinta alam lain, juga belum ada yang merintis jalur panjat menuju puncak.
"Tim akan melakukan pemanjatan, perintisan, dan pemetaan jalur panjat menuju puncak. Pemanjatan dan perintisan jalur panjat ini dilakukan dengan ketinggian lebih kurang 100 meter dan dengan teknik panjat artifisial dan menggunakan taktik alpin," katanya.
Setelah mencapai puncak, tim akan melakukan pengibaran bendera merah putih dengan ukuran 12 kali 8 meter dengan menggunakan teknik descending dan bendera perguruan tinggi tersebut.
Dia mengatakan, sembilan anggota Mapala Kapakata terbagi menjadi dua tim, yakni tim panjat dan tim pengabdian masyarakat. Tebing Baturaya tersebut dengan ketinggian 760 Mdpl dan tinggi tegak vertikal 410 meter.
"Selain pembuatan jalur panjat, tim juga akan melakukan pengabdian masyarakat. Kegiatan itu di antaranya pengamatan budaya masyarakat adat Dayak Meratus di sekitar tebing Gunung Baturaya, dan pendataan dan pengabdian masyarakat di bidang pertanian dan perkebunan," katanya.
Sementara itu, Rektor Instiper Yogyakarta Harsawardana saat melepas keberangkatan Tim Ekspedisi Atap Bumi Bersujud berharap dengan kegiatan ekspedisi tersebut dapat meningkatkan kemampuan anggota Mapala Kapakata dalam bidang panjat tebing.
"Selain itu, juga memperkenalkan kampus dan Mapala Kapakata kepada masyarakat luas, melakukan pengabdian pengamatan, serta pendokumentasian sistem pertanian dan perkebunan daerah setempat untuk diserahkan kepada instansi terkait," katanya.
Ke depan, ia berharap Mapala Kapakata mampu mengembangkan wawasan ilmiahnya dan tanggap terhadap aspek-aspek kehidupan yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat melalui usaha-usaha nyata dan kreativitas anggota yang juga bermanfaat bagi organisasi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mapala Instiper Yogyakarta rintis jalur panjat puncak Tebing Baturaya
Manajer Ekspedisi Wagiman Hadi Wijaya di Instiper Yogyakarta, Rabu, mengatakan tim melakukan operasional panjat tebing di Tebing Baturaya karena informasi dari FPTI Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, selain masih belum banyak dieksplorasi oleh pecinta alam lain, juga belum ada yang merintis jalur panjat menuju puncak.
"Tim akan melakukan pemanjatan, perintisan, dan pemetaan jalur panjat menuju puncak. Pemanjatan dan perintisan jalur panjat ini dilakukan dengan ketinggian lebih kurang 100 meter dan dengan teknik panjat artifisial dan menggunakan taktik alpin," katanya.
Setelah mencapai puncak, tim akan melakukan pengibaran bendera merah putih dengan ukuran 12 kali 8 meter dengan menggunakan teknik descending dan bendera perguruan tinggi tersebut.
Dia mengatakan, sembilan anggota Mapala Kapakata terbagi menjadi dua tim, yakni tim panjat dan tim pengabdian masyarakat. Tebing Baturaya tersebut dengan ketinggian 760 Mdpl dan tinggi tegak vertikal 410 meter.
"Selain pembuatan jalur panjat, tim juga akan melakukan pengabdian masyarakat. Kegiatan itu di antaranya pengamatan budaya masyarakat adat Dayak Meratus di sekitar tebing Gunung Baturaya, dan pendataan dan pengabdian masyarakat di bidang pertanian dan perkebunan," katanya.
Sementara itu, Rektor Instiper Yogyakarta Harsawardana saat melepas keberangkatan Tim Ekspedisi Atap Bumi Bersujud berharap dengan kegiatan ekspedisi tersebut dapat meningkatkan kemampuan anggota Mapala Kapakata dalam bidang panjat tebing.
"Selain itu, juga memperkenalkan kampus dan Mapala Kapakata kepada masyarakat luas, melakukan pengabdian pengamatan, serta pendokumentasian sistem pertanian dan perkebunan daerah setempat untuk diserahkan kepada instansi terkait," katanya.
Ke depan, ia berharap Mapala Kapakata mampu mengembangkan wawasan ilmiahnya dan tanggap terhadap aspek-aspek kehidupan yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat melalui usaha-usaha nyata dan kreativitas anggota yang juga bermanfaat bagi organisasi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mapala Instiper Yogyakarta rintis jalur panjat puncak Tebing Baturaya
Pewarta : Hery Sidik
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PSLB dan Fakultas Kehutanan Instiper gelar Summer Course Pendampingan Agrofestri
01 August 2025 23:02 WIB
Instiper kenalkan teknologi pemanenan air hujan pada petani Gunungkidul
02 December 2024 16:14 WIB, 2024
LLDikti sebut tantangan pendidikan tinggi serapan lulusan pada dunia usaha
09 November 2024 18:54 WIB, 2024
Tim PKM Instiper Yogyakarta kenalkan teknologi pemanenan air hujan otomatis
08 October 2024 19:18 WIB, 2024
Mahasiswa Instiper belajar kewirausahaan di UMKM Sarisa Merapi Yogyakarta
25 August 2024 16:03 WIB, 2024
Summer Course Instiper-CIRAD perdalam pengetahuan pengelolaan lanskap berkelanjutan
27 June 2024 20:52 WIB, 2024
Akademisi: Perkembangan teknologi memacu perubahan tatakelola pendidikan
03 July 2023 17:11 WIB, 2023
Instiper Yogyakarta inisiasi Forum Sawit Indonesia bahas industri sawit 2045
29 November 2022 10:54 WIB, 2022
Pemerintah fasilitasi Instiper didik 60 mahasiswa baru berkompetensi sawit
19 August 2022 5:43 WIB, 2022