Gen Z-milenial pilar penentu pengelolaan hutan lestari RI
Senin, 15 April 2024 13:53 WIB
Plt Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Agus Justianto menerima kunjungan silaturahmi generasi muda yang hadir di COP 28 Dubai di Jakarta, Sabtu (13/4/2024) (Antara/HO/KLHK)
Jakarta (ANTARA) - Generasi muda yang masuk dalam kelompok umur Gen-Z dan Milenial dinilai memiliki kreativitas dan penuh dengan gagasan inovatif serta mampu mengoptimalkan perkembangan teknologi sehingga bisa menjadi bekal untuk mendukung pengelolaan hutan lestari di masa depan.
Plt Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Agus Justianto menyatakan pengelolaan hutan di masa depan tidak lagi hanya mengandalkan pada pemanfaatan kayu tetapi Multi Usaha Kehutanan.
"Generasi muda kelompok Gen-Z dan Milenial yang kreatif, inovatif, dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi diharapkan bisa menjadi pilar implementasi Multi Usaha Kehutanan," kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Agus sebelumnya menerima kunjungan silaturahmi generasi muda yang hadir di COP 28 Dubai diwakili Board International Forestry Students Association (IFSA) Faiha Azka Azzahira dan aktivis muda gender dan perubahan iklim Alya Sabira dari UPNVJ sekaligus duta UNICEF di COP 28 Dubai.
Menurut dia, usaha pemanfaatan hutan dalam Multi Usaha Kehutanan membuka optimalisasi pemanfaatan berbagai komoditas hasil hutan non kayu. Komoditas berharga mahal seperti vanili, kopi, fitomarmaka, dan lain-lain bisa dikembangkan di hutan dengan pola agroforestry.
Selain itu, Multi Usaha Kehutanan juga membuka peluang pemanfaatan ekowisata dan jasa lingkungan, lanjutnya, yang dapat berkembang berkat kreativitas, inovasi, dan pemanfaatan teknologi seperti media sosial sebagai sarana promosi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KLHK: Gen-Z dan milenial pilar penentu pengelolaan hutan lestari
Plt Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Agus Justianto menyatakan pengelolaan hutan di masa depan tidak lagi hanya mengandalkan pada pemanfaatan kayu tetapi Multi Usaha Kehutanan.
"Generasi muda kelompok Gen-Z dan Milenial yang kreatif, inovatif, dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi diharapkan bisa menjadi pilar implementasi Multi Usaha Kehutanan," kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Agus sebelumnya menerima kunjungan silaturahmi generasi muda yang hadir di COP 28 Dubai diwakili Board International Forestry Students Association (IFSA) Faiha Azka Azzahira dan aktivis muda gender dan perubahan iklim Alya Sabira dari UPNVJ sekaligus duta UNICEF di COP 28 Dubai.
Menurut dia, usaha pemanfaatan hutan dalam Multi Usaha Kehutanan membuka optimalisasi pemanfaatan berbagai komoditas hasil hutan non kayu. Komoditas berharga mahal seperti vanili, kopi, fitomarmaka, dan lain-lain bisa dikembangkan di hutan dengan pola agroforestry.
Selain itu, Multi Usaha Kehutanan juga membuka peluang pemanfaatan ekowisata dan jasa lingkungan, lanjutnya, yang dapat berkembang berkat kreativitas, inovasi, dan pemanfaatan teknologi seperti media sosial sebagai sarana promosi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KLHK: Gen-Z dan milenial pilar penentu pengelolaan hutan lestari
Pewarta : Subagyo
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jajaran Rutan Kelas IIB Wates berkomitmen wujudkan lingkungan rutan steril dari narkoba
08 May 2026 12:20 WIB