Yogyakarta (ANTARA) - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar "Jogja Financial Festival 2026" pada 22-23 Mei 2026 di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta dengan menghadirkan konsep edukasi keuangan yang dikemas interaktif dan dekat dengan generasi muda.

"Festival yang dimaksudkan guna meningkatkan literasi finansial masyarakat khususnya di Yogyakarta ini sengaja dirancang berbeda dari seminar atau 'workshop' keuangan pada umumnya yang cenderung formal dan monoton," kata Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution saat media gathering di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, festival ini dikemas dengan edukasi yang mudah dicerna, interaktif, dan menghadirkan sesi diskusi bersama tokoh-tokoh dari Kementerian Keuangan, OJK, BI, serta industri perbankan.

"Yogyakarta dipilih karena dikenal sebagai kota pelajar dan kota mahasiswa dengan jumlah generasi muda yang besar. Kondisi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat literasi keuangan di kalangan Gen Z yang sangat dekat dengan arus informasi digital," katanya.

Ia mengatakan, masih terdapat sekitar 20 juta masyarakat usia produktif di Indonesia yang belum memiliki literasi keuangan memadai, sehingga kondisi ini membuat masyarakat rentan terhadap pinjaman online (pinjol) ilegal, investasi bodong, hingga penggunaan layanan keuangan tanpa memahami risiko.

"Banyak yang dengan mudah membeli sesuatu menggunakan layanan 'paylater' tanpa memahami konsekuensinya sehingga akhirnya justru menjadi mahal," katanya.

Farid mengatakan, festival tersebut tidak hanya menghadirkan edukasi keuangan, tetapi juga hiburan agar masyarakat lebih tertarik mengikuti materi literasi finansial.

"Berbagai sektor industri keuangan juga dilibatkan mulai dari perbankan, asuransi, fintech, hingga aset digital dan kripto. Masyarakat perlu memahami bukan hanya peluang, tetapi juga risiko dari perkembangan produk keuangan digital," katanya.

Direktur Eksekutif Kesekretariatan dan Hubungan Lembaga LPS Nuruddin mengatakan konsep festival sengaja dibuat tidak monoton agar materi edukasi lebih mudah diterima generasi muda.

"Kami ingin menghadirkan kegiatan edukasi dan literasi yang tidak membosankan, ada sesi interaktif dan diselingi hiburan," katanya.

Ia menambahkan perkembangan akses terhadap produk dan layanan keuangan saat ini berlangsung sangat cepat, namun belum sepenuhnya diimbangi kemampuan literasi masyarakat.

Karena itu, festival tersebut diharapkan dapat menjadi ruang edukasi agar masyarakat, khususnya generasi muda, lebih bijak dalam menggunakan layanan finansial digital dan memahami risiko investasi.

Jogja Financial Festival 2026 akan berlangsung pada 22-23 Mei 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta dengan menghadirkan diskusi, kelas edukasi, pameran industri keuangan, hiburan musik, hingga sesi "stand-up comedy".

Sejumlah tokoh dijadwalkan hadir dalam festival tersebut, di antaranya Menteri Keuangan, perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, LPS, serta pimpinan sejumlah bank nasional.

Festival juga akan diramaikan penampilan musisi seperti Ari Lasso, Happy Asmara, Juicy Luicy, Nisa Sabyan, dan Denny Caknan. Selain itu, terdapat berbagai aktivitas interaktif seperti konsultasi keuangan, booth edukasi, dan literasi digital finansial.

Selain itu, rangkaian kegiatan juga mencakup "Jogja Run D City" pada 24 Mei 2026 dengan kategori lari lima kilometer dan 10 kilometer yang mengambil rute ikonik kawasan Universitas Gadjah Mada.

Hasil penjualan tiket kegiatan lari tersebut akan disalurkan untuk beasiswa pelajar dan mahasiswa di Yogyakarta.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: LPS gelar "Jogja Financial Festival" untuk generasi muda