Yogyakarta (ANTARA) - Lumbung Mataraman di Kalurahan Sriharjo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi salah satu bagian program memperkuat ketahanan pangan berbasis pertanian di tingkat desa di wilayah tersebut.

Lurah Sriharjo Titik Istiawatun Hasanah di Yogyakarta, Kamis, mengatakan ada sekitar 1,9 hektare (ha) luas kawasan pertanian dan kandang kelompok yang difungsikan sebagai lahan pendukung program Lumbung Mataraman.

Lahan itu, lanjut dia, ditanami dengan pohon singkong yang hasil panennya dikembangkan jadi produk olahan modified cassava flour (mocaf).

"Tepung mocaf selanjutnya diolah menjadi berbagai produk pangan, termasuk mie instan mocaf produk lokal merek Srimi," katanya.

Ia menyebut program Lumbung Mataraman di kelurahannya dikembangkan dengan konsep integrated farming atau pertanian terpadu.

"Menghubungkan sektor pertanian dan peternakan secara berkelanjutan," katanya.

Konsepnya, lanjut dia, pertanian terpadu dengan memanfaatkan peternakan sebagai pupuk pertanian dan begitu sebaliknya, limbah pertanian digunakan kembali sebagai pakan ternak.

Output peternakan menjadi input pertanian, kemudian limbah pertanian juga bisa dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan peternakan,” kata Titik.

Lebih lanjut ia mengatakan kawasan Lumbung Mataraman juga menjadi sarana pembelajaran bagi petani di Sriharjo dengan melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT), Taruna Tani, kelompok tani, serta gabungan kelompok tani yang berada di bawah koordinasi BUMDes.

"Kami mulai memproduksi pupuk organik berbahan dasar kotoran kambing untuk mendukung pengembangan pertanian," katanya.

Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta mengatakan Lumbung Mataraman Desa Mandiri Pangan di Sriharjo diharapkan mampu mewujudkan kemandirian pangan masyarakat yang lahannya bisa ditanami berbagai jenis tanaman produktif.

"Kompleks Lumbung Mataraman ini sudah ditanam berbagai jenis makanan, sesuai arahan pemerintah yaitu ketahanan pangan sehingga makanan yang ditanam mudah didapat, murah, sehat, dan bergizi,” kata Aris.

Ia menambahkan, keberadaan lumbung pangan tersebut diharapkan mampu menjamin ketersediaan pangan masyarakat di Kalurahan Sriharjo.

“Insya Allah masyarakat di wilayah Kalurahan Sriharjo ini tidak akan kekurangan pangan,” katanya.