Jakarta (ANTARA Jogja) - Bakteri yang menempel pada kain berpotensi tumbuh menjadi penyakit berbahaya, namun kebersihan pakaian seringkali diabaikan oleh sebagian orang, kata pakar mikrobiologi lingkungan Ryan Sinclair.
"Seluruh peralatan rumah tangga berbahan kain harus dijaga kebersihannya, apalagi pakaian, agar terhindar dari kuman penyakit," kata pakar dari Forum Ilmiah Internasional terhadap Kebersihan Rumah Tangga (IFH), Ryan Gene Gaia Sinclair, Ph.D, MPH, dalam jumpa pers yang digelar di Jakarta, Rabu.
Sinclair mengatakan, proses penyebaran bakteri dari sumber terkontaminasi dalam aktivitas sehari-hari, seringkali tidak disadari oleh manusia.
"Manusia jarang peduli dengan konsep higienis ketika melakukan kegiatan rutin seperti jabat tangan, batuk, bersin, makan dan minum," kata Sinclair.
Belum lagi kebersihan handuk, sprei, sarung bantal, dan peralatan kain lain yang bisa menjadi tempat hidup bakteri Staphylococcus Aureus, E. Colo, Klebsiella Pneumoniae, dan Pseudomonas, katanya.
Sinclair mencontohkan, ada salah satu jenis bakteri Staphylococcus Aureus yang dapat menempel pada pakaian kotor dan mampu menyebar ke pakaian lain, terutama yang lembab atau basah.
"Anda salah jika dengan mencuci baju sudah menghilangkan seluruh bakteri yang bisa menimbulkan penyakit," katanya.
Untuk itu, Sinclair yang telah melakukan penelitian di beberapa negara seperti Kanada, Jepang, dan Amerika merekomendasikan sebuah pola hidup yang higienis.
"Bisa dimulai dengan sering mencuci tangan, menjaga kebersihan peralatan rumah tangga, menggunakan pakaian yang bersih, dan rutin membersihkan rumah," katanya.
Dengan melakukan berbagai hal itu pun, kata Sinclair, belum sepenuhnya menghilangkan potensi terserang penyakit yang diakibatkan bakteri seperti Diare atau Kolera.
"Pola penyebarannya memang sangat rumit, kita tidak bisa memusnahkan seluruhnya, tetapi setidaknya mengurangi potensi terinfeksi bakteri tersebut," kata Sinclair.
"Atau bisa juga memutus salah satu mata rantai penyebarannya menggunakan disinfektan bakteri," kata Sinclair.
(P012)
