Jogja (ANTARA Jogja) - Perajin peci rajut di Dusun Mintoragan, Desa Wirokerten, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan "website" sebagai media untuk memasarkan produk mereka.
"Saya sedikit mengetahui tentang dunia internet sehingga saya mencoba membuat `web` untuk promosi, dan hasilnya lumayan," kata perajin peci rajut `Al Barokah` di Mintoragan, Bantul, Wardhani, Kamis.
Menurut dia, "website" sebagai media promosi, dikembangkan untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Apalagi dengan media internet yang dapat diakses semua orang di mana saja, dampaknya sangat luas.
"Website dibuat sudah dua tahun ini, dan sejak saat itu pesanan mulai banyak, terutama dari luar daerah. Dengan media ini juga memudahkan komunikasi, sekaligus memperlihatkan contoh produk kepada konsumen," katanya.
Ia mengatakan usaha yang ditekuni sejak 1999 itu, awalnya hanya dipasarkan langsung ke toko-toko, serta ke sejumlah pedagang.
"Tetapi karena mempertimbangkan efisien dan waktu, maka muncul ide dengan website ini," katanya.
Menurut dia, memang tidak menjamin semua berjalan baik, karena ada yang pernah iseng, atau bertanya-tanya, dan setelah dikirim gambar produk, tidak ada kelanjutannya. "Itu sering terjadi," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, jika ada pembeli yang memesan barang, maka dirinya menghendaki pembeli datang langsung dengan memberi uang muka, atau tanda jadi, yang kemudian dilunasi saat pengiriman barang.
"Kalau sudah langganan, saya bisa mempercayai, namun kalau pelanggan baru, saya minta ke sini dahulu," katanya.
Menurut dia, memasuki Ramadhan hingga menjelang Lebaran merupakan rezeki bagi usahanya, karena saat-saat seperti ini pesanan peci jumlahnya melonjak, bahkan berlipat jika dibanding dengan hari-hari biasa.
"Pesanan datang sejak dua bulan sebelum bulan puasa, rata-rata mereka pesan sebanyak 150 hingga 200 peci, bahkan ada yang 400 peci. Kalau hari biasa, tidak mesti, dan biasanya sebulan atau dua bulan sekali," katanya.
Ia mengatakan peci rajut dijual dengan harga Rp12.000 hingga Rp25.000 per peci.
Dirinya mempekerjakan 50 orang, dan mampu memproduksi peci rajut hingga 100 peci, untuk berbagai model.
"Saat ini sudah ada sejumlah pemesan yang minta dikirim sebelum Lebaran, seperti dari Bali, Malang (Jawa Timur), Tangerang (Banten), dan Temanggung (Jawa Tengah). Bahkan dari Malaysia juga ada," katanya.
(KR-HRI)
