Petani salak diminta bentuk kelompok

id petani salak diminta bentuk

Petani salak diminta bentuk kelompok

Petani salak (Foto antarafoto.com)

Sleman (ANTARA Jogja) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Purnom meminta masyarakat petani salak di Kecamatan Turi untuk membentuk kelompok agar bisa menstabilkan harga di pasaran.

"Pembentukan kelompok tani ini dimaksudkan agar petani salak menjadi lebih kuat dalam menentukan harga jual salak sehingga harga tidak jatuh dan keuntungan petani lebih optimal," kata Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Sleman Endah Sri Widiastuti, Kamis.

Ia mengatakan, pembentukan kelompok tani yang disarankaan bupati ini penting untuk diwujudkan para petani mengingat hasil salak patani sekarang semakin baik karena kondisi tanah yang semakin subur pascaerupsi Gunung Merapi 2010.

"Produksi salak petani sekarang bisa sepanjang tahun tidak seperti dahulu. Untuk mengoptimalkan hasil saat musim salak berlimpah Bupati juga menyarankan agar petani dapat mengembangkan berbagai olahan dan mengekspor hasil salak agar harga salak tidak jatuh," katanya.

Menurut dia, bupati juga mengingatkan bahwa wilayah Turi merupakan daerah resapan sehingga diharapkan masyarakat ikut mempertahankan kelestarian air.

"Hal ini tentu saja berkaitan bahwa produksi pertanian juga sangat tergantung pada kelestarian air," katanya.

Petani salak di Kecamatan Turi sempat terpuruk akibat terdampak erupsi Gunung Merapi 2010, karena mayoritas kebun salak di wilayah tersebut mengalami rusak parah terkena abu vulkanik.

Saat ini pertanian salak di wilayah tersebut sudah mulai bangkit kembali setelah dilakukan pemangkasan daun salak yang rusak sehingga dapat kembali tumbuh baik dan subur.

(V001)


Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.