Logo Header Antaranews Jogja

Permintaan ikan Pantai Depok meningkat 200 persen

Jumat, 24 Agustus 2012 10:49 WIB
Image Print
Ikan tangkapan nelayan Depok, Kabupaten Bantul, DIY (Foto ANTARA/Sidik)

Bantul (ANTARA Jogja) - Permintaan ikan per hari di Pantai Depok, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama libur Idul Fitri 1433 Hijriah meningkat sekitar 200 persen lebih jika dibanding dengan kebutuhan ikan pada hari biasa.

"Selama libur Lebaran per hari kebutuhan ikan bisa minimal tiga ton ikan, namun kalau hari biasa paling sekitar satu ton," kata Ketua Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mina Bahari Pantai Depok Bantul, Sarjuno, Jumat.

Menurut dia, permintaan sebanyak tiga ton ikan per hari itu untuk mencukupi semua kebutuhan warung kuliner di pantai Depok, karena selama libur Lebaran ini diserbu wisatawan pantai yang berasal dari berbagai daerah.

"Mungkin bisa lebih dari tiga ton, karena kalau musim libur Lebaran seperti ini sebanyak 30 ton ikan bisa habis dalam seminggu, karena di Depok juga ada pasar ikan," katanya.

Ia mengatakan, meski saat ini hampir semua nelayan setempat melaut, namun produksinya belum mampu memenuhi kebutuhan ikan di Depok, dan harus mendatangkan ikan dari Kabupaten Gunung Kidul, Pacitan (Jawa Tengah) dan Pantai Utara (Pantura).

"Jumlah kapal nelayan di Depok sebanyak 45 kapal, sebagian besar melaut, namun tangkapannya masih belum mencukupi kebutuhan ikan per harinya, rata-rata sekitar satu ton," katanya.

Sementara, Ketua TPI Mina Bahari II Depok, Daryono, mengatakan bahwa produksi ikan di TPI yang berasal dari tangkapan nelayan setempat per tahunnya berkisar antara 70 hingga 80 ton ikan.

"Tahun lalu produksi ikan kita sebanyak 73 ton, produksi itu masih jauh dari kebutuhan pasar, karena kebutuhan pasar pada tahun lalu mencapai 400 ton ikan," katanya.

Menurut dia, selama ini untuk mencukupi kebutuhan pasar ikan, TPI pantai Depok mendatangkan pasokan ikan dari Pantura, terutama cumi, udang, kakap putih dan merah, bawal hitam, surung, dan ikan tengiri.

"Kalau produksi kita kan berdasarkan hasil tangkapan nelayan sini, jelas jenis ikannya kurang lengkap, seperti udang dan cumi kita jarang ada, padahal jenis itu banyak diminati masyarakat," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026