Sejumlah paku masih tertanam di kaki Supiyati

id paku

Sejumlah paku masih tertanam di kaki Supiyati

Hasil rontgen pihak RS terhadap kaki Supiyati yang terdapat paku dan jarum (Foto ANTARA/Sidik)

Bantul (ANTARA Jogja) - Tim medis Rumah Sakit Nur Hidayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih melihat sejumlah paku yang tertanam di kaki Supiyati, meskipun sehari sebelumnya sudah dioperasi dan di rontgen ulang untuk memastikan tidak adanya benda itu.

"Berdasarkan rontgen terakhir tadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB, kita melihat sedikitnya ada tiga benda mirip paku yang masih ada di kaki pasien," kata Ketua Tim penanganan pasien dengan penyakit aneh, Dr dr Sagiran dalam keterangan saat jumpa pers di RS Nur Hidayah Bantul, Jumat.

Supiyati (25) adalah korban penyakit aneh asal Oku Timur, Sumatera Selatan yang dalam kurun waktu sekitar 15 bulan, sudah lebih dari 2.000 paku dan jarum keluar dari sekujur tangan dan kakinya dan mulai dirawat di RS Nur Hidayah sejak beberapa hari terakhir.

Di hari pertama menjalani perawatan Selasa (25/9), sebanyak 12 paku dan jarum keluar dari kedua kaki Supiyati secara alamiah setelah dibacakan ayat suci Al quran dan lima paku diantaranya keluar saat Supiyati di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Dan operasi pada Rabu (26/9) malam sekitar pukul 21.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB tim medis RS Nur Hidayah berhasil mengangkat sebanyak 70 paku dan jarum yang tertanam di kedua kaki Supiyati, bahkan sebagian besar logam itu sudah berkarat.

"Pascaoperasi kita rontgen ulang dan dapat dipastikan tidak ada benda asing berupa logam yang masih tertanam, namun tidak tahu benda itu masih ada, rencananya malam ini kita akan operasi kembali," kata dia.

Menurut dia, meski masih terdapatnya sejumlah benda asing di dalam kaki Supiyati itu, tim medis RS Nur Hidayah tetap tidak berspekulasi atau menduga-duga kenapa benda itu bisa muncul kembali.

Tim medis, lanjut dia, tetap akan melakukan penanganan sesuai prosedur melalui operasi, dan untuk mencegah masuknya kembali benda itu pihaknya melibatkan tim Husnul Khatimah Care (Hu Care) RS Nur Hidayah untuk memberikan pendampingan spiritual.

"Kita tetap menangani sesuai standar, tidak ada ramuan-ramuan tertentu yang di luar kewenangan rumah sakit, dan bersama tim Hu Care pasien akan terus didampingi untuk terus berdoa, rajin sholat agar diberi kesembuhan," kata dia.

Sementara Direktur RS Nur Hidayah dr Arrus Ferry mengatakan, penyebab masuknya benda asing ke tubuh Supiyati masih menjadi pertanyaan dalam ilmu kedokteran barat, sehingga untuk kesembuhan Supiyati hingga tuntas, RS Nur Hidayah menggabungkan metode ilmu kedokteran timur (rukyah).

"Dugaan sementara, bisa masuknya benda asing ke dalam tubuh pasien itu akibat peran serta makhluk halus atau jin. Dalam Islam, kami meyakini keberadaan jin," kata Arrus.

(KR-HRI)


Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.