Wisatawan tenggelam di Parangtritis masih dalam pencarian

id parang tritis pantai

Wisatawan tenggelam di Parangtritis masih dalam pencarian

Bantul (ANTARA Jogja) - Seorang wisatawan yang masih tenggelam di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sejak Rabu pagi sekitar pukul 05.20 WIB sampai saat ini masih dalam pencarian tim SAR.

"Satu dari tujuh wisatawan yang tenggelam di Pantai Parangtritis sejak Rabu pagi masih hilang dan sampai saat ini masih dalam pencarian teman-teman SAR," kata Komandan Regu II SAR Pantai Parangtritis, Bantul Yulianta di Bantul, Rabu.

Menurut dia, ketujuh wisatawan rombongan yang berasal dari Tawangmangu, Banjarsari Karanganyar, Jawa Tengah tersebut diketahui sedang mandi di pantai sekitar pukul 05.20 WIB, namun tiba-tiba terseret ombak dan enam wisatawan diantaranya berhasil diselamatkan.

"Kami terus melakukan pencarian terhadap korban yang masih hilang, ada sekitar 50 personel SAR gabungan yang diterjunkan untuk mencari korban, kami siapkan perahu nelayan untuk melakukan penyisiran," katanya.

Sementara, Humas Basarnas Pos Yogyakarta, Rahmawati, mengatakan enam orang yang berhasil diselamatkan masing-masing bernama Sunardi (32), Fajar Faritama (17), Irsa Aditya (13), Merdik Bagaas Wijanarko (14), Didit Prayoga (15), dan Waras Supriyadi (14).

"Sedangkan seorang lagi Prihandoyo (13) masih dalam pencarian tim sar gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polres Bantul, Polda DIY, BPBD Bantul, Linmas Parangtritis, dan nelayan setempat," katanya.

Ia menjelaskan, kronologis kejadian ini berawal ketika rombongan wisatawan tersebut sedang asyik mandi di bibir pantai dengan berjarak kurang lebih sekitar 20 meter pada pukul 05.20 WIB tadi pagi.

Namun, lanjut dia ketika ombak datang, ke tujuh wisatawan tidak dapat mengendalikan diri, sehingga mereka terseret arus ombak sejauh 30 meter.

"Kondisi cuaca hari ini cerah, ombak di pantai juga sedang landai, sehingga proses pencarian berjalan tanpa kendala, tapi masih ada satu yang belum ditemukan," katanya.

(T.KR-HRI)


Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.