Sansevieria dapat dimanfaatkan sebagai adsorben limbah perak

id UNY

Sansevieria dapat dimanfaatkan sebagai adsorben limbah perak

Universitas Negeri Yogyakarta (Ist)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta memanfaatkan tanaman sansevieria sebagai adsorben limbah industri perak.

"Ada banyak manfaat dari sansevieria atau lidah mertua, di antaranya dalam setiap helai daun terdapat pregnane glycoside yakni zat yang mampu mengurai zat beracun menjadi senyawa organik, gula, dan asam amino," kata ketua tim Erista Viona Anjungsari di Yogyakarta, Minggu.

Berdasarkan hal itu, menurut dia, dirinya bersama Febrian Solikhin, Rika Rosmalinda, Sukci Winanti, dan Aan Dwi Nurcahyo melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Lama Adsorpsi Ekstrak Sansevieria Sebagai Adsorben Logam Ag dari Limbah Industri Perak di Kotagede Yogyakarta.

"Lama adsorpsi ekstrak sansevieria sebagai adsorben logam Ag (perak) dari limbah industri perak di Kotagede, dengan waktu adsorpsinya satu, dua, dan tiga hari. Sampel yang digunakan sansevieria dengan berat 19 kilogram," katanya.

Ia mengatakan, dari 19 kilogram sansevieria yang dipotong-potong, dikeringkan menggunakan oven dengan suhu lebih dari 55 oC dan diperoleh berat kering lidah mertua 2.000 gram. Kandungan air dalam sansevieria 89,474 persen sehingga diperlukan proses pengeringan 2-3 hari.

Hasil penghitungan menunjukkan kemampuan ekstrak sansevieria untuk mengadsorpsi logam Ag dalam limbah tertinggi diperoleh pada perendaman tiga hari yakni limbah yang mampu terserap sebesar 70,66 ppm dengan nilai daya adsorbsi 99,9 persen.

"Untuk perendaman satu hari diperoleh kemampuan adsorbsi sebesar 70,606 ppm atau 99,83 persen dan untuk perendaman dua hari diperoleh kemampuan adsorpsi sebesar 70,628 ppm (99,86 persen)," katanya.

Menurut dia, dari hasil adsorpsi menunjukkan adanya peningkatan penyerapan dengan bertambahnya waktu adsorpsi, sehingga kandungan Ag di dalam limbah semakin berkurang.

Hasil pengujian dengan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) untuk logam Ag setelah diadsorpsi dengan ekstrak sansevieria dengan perendaman satu, dua, dan tiga hari secara berurutan 0,121 ppm, 0,099 ppm, dan 0,067 ppm.

Ia mengatakan, hasil paling efektif ditunjukkan pada perendaman selama tiga hari dengan kandungan Ag yang tersisa dalam limbah adalah 0,067 ppm.

"Kandungan Ag yang teradsorpsi oleh ekstrak sansevieria dengan perendaman dua dan tiga hari aman untuk dibuang ke lingkungan, karena telah sesuai dengan ambang batas maksimal yang diizinkan yakni 0,1 ppm," katanya.

(.B015)

Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.