Polres Gunung Kidul lakukan pencarian ABK hilang

id kapal terdampar

Polres Gunung Kidul lakukan pencarian ABK hilang

Polres Gunung Kidul dan Tim SAR Pantai Baron, DIY, melakukan evakuasi kapal terdampar. Selain itu, masih mencari anak buah kapal yang hilang. (Foto Mamiek/Antara)

Gunung Kidul (Antara Jogja) - Kepolisian Resor Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama Tim SAR melakukan pencarian anak buah kapal nelayan "Akau Jaya Sembilan" yang terdampar di Pantai Toro Udan, Kecamatan Saptosari.

Kapolres Gunung Kidul AKBP Faried Zulkarnaen di Gunung Kidul, Kamis, mengatakan kapal mengalami kerusakan pada mesin sehingga menyebabkan kapal terdampar.

"Anak buah kapal ada sembilan orang, tiga orang meninggal dunia dan enam lainnya masih dalam pencarian. Saat ini, kami bekerja sama dengan Tim SAR masih melakukan pencarian anak buah kapal (ABK) yang belum ketemu," kata Faried.

Kapolsek Saptosari AKP Waluyo Wintoro mengatakan KM Akau Jaya Sembilan berangkat dari Pacitan (Jawa Timur) menuju Cirebon. Ada Sekitar delapan ABK yang berada di atas kapal.

"Satu korban di temukan di Pantai Nguyahan, tapi identitasnya belum diketahui. Saat ditemukan, korban awalnya masih dalam keadaan bernafas, tapi sebelum sempat mendapat pertolongan lebih lanjut nyawanya tidak dapat diselamatkan, korban langsung dibawa ke Posko SAR Pantai Baron," katanya.

Sekretaris SAR Pantai Baron Surisdiyanto mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Basarnas lintas provinsi dari Semarang, Cilacap (Jawa Tengah) dan Bali. Berdasarkan koordinasi dengan Basarnas diperoleh informasi jika didalam kapal tersebut terdapat sembilan ABK yakni Sutaryo sebagai nahkoda, Tarif sebagai mualim, Aleksander ABK, Yanto KKM, Riyatno ABK, Maxsudi ABK, Johan Tala Haju ABK, Hendrik ABK, dan Farel maulani ABK.

Ia mengatakan kronologi kapal tersebut berlayar dari pulau Bali untuk melakukan servis PT Doking di Cilacap (Jawa Tengah). Selesai melakukan servis, kapal dibawa dari Cilacap pada Rabu, 9 Oktober berangkat sekitar 05.30 WIB. Sesampainya di perairan Pantai Baron, Rabu malam sekitar 21.00 WIB, kapal diduga mengalami masalah mesin dan terdampar.

SAR menerjunkan petugas untuk melakukan evakuasi dari laut menggunakan satu buah kapal dan melalui darat di dua lokasi yakni tebing Pantai Baron dan Ngrenehan. "Kami melakukan penyisiran sejak pukul enam pagi," kata dia.

Suris mengatakan sekitar 08.00 WIB, tim berhasil mengevakuasi seorang jenasah dari pantai Nguyahan. Jenasah langsung dievakuasi ke Pos SAR Pantai Baron. "Jenazah langsung dikirim ke RS Bayangkara Polda DIY," katanya.

(KR-STR)

Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.