
Polres Bantul minta polsek data seluruh preman

Bantul (Antara Jogja) - Kepolisian Resor Bantul, Daerah istimewa Yogyakarta, meminta kepolisian sektor kecamatan untuk mendata seluruh preman yang dilaporkan sering mengganggu ketertiban di wilayah kecamatan setempat.
"Kami sudah meminta masing-masing polsek untuk melakukan pendataan preman, dan Rabu ini selambat-lambatnya data-data itu diserahkan ke kami," kata Kepala Polres (Kapolres) Bantul AKBP Surawan usai gelar perkara dalam kasus premanisme di Bantul, Rabu.
Menurut dia, data-data preman dari Polsek di 17 kecamatan se-Bantul tersebut akan dicek kebenarannya dan selanjutnya akan menjadi database di Polres untuk pemetaan daerah yang dianggap rawan terjadinya tindak kejahatan.
"Selanjutnya, data-data preman itu juga sebagai rujukan untuk langkah pemberantasan preman-preman di Bantul, khususnya daerah-daerah yang berbatasan dengan kota (Yogyakarta)," katanya.
Selain itu, kata dia dalam waktu dekat ini kepolisian juga akan menggelar operasi premanisme untuk menekan praktik premanisme yang cenderung dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum, bahkan hingga mengakibatkan korban meninggal.
"Kami juga mengimbau masyarakat agar kooperatif, masyarakat silakan melapor kalau ada aksi premanisme di wilayahnya termasuk preman-preman pasar, dan nanti pasti akan kami tangani," katanya.
Sementara itu, terkait ketertiban umum di Bantul pascapenangkapan empat pelaku aksi premanisme hingga mengakibatkan korban meninggal ini, kata dia pihaknya belum dapat memastikan keadaan di Bantul benar-benar aman.
"Untuk saat ini kami memang tidak bisa menjamin, tapi bagaimana juga kami Polri akan tetap berusaha menjamin keamanan, kami tetap mengimbau masyarakat untuk waspada dan melapor jika ada indikasi tindak kejahatan," katanya.
Sebelumnya polisi telah berhasil mengungkap kasus pembunuhan dengan motif pemalakan oleh sekelompok preman hingga korban meninggal dunia, yakni Slamet Panujiyono warga Medelen Desa Sumberagung yang terjadi pada Sabtu (30/11) di kawasan Jalan Parangtritis Bantul.
(KR-HRI)
Pewarta : Oleh Heri Sidik
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
