Yogyakarta (Antara Jogja) - Dinas Pekerjaan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta merencanakan membangun lagi "fly over" atau jalan layang serta "underpass" atau jalan terowongan baru mulai 2016.
Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Dinas Pekerjaan Umum (PU) DIY Fathoni Jalaluddin di Yogyakarta, Rabu, mengatakan rencana itu antara lain pembangunan "underpass" di perempatan Kentungan (arah Kaliurang), perempatan Gejayan, serta perempatan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.
"Rencana tersebut merupakan rencana jangka panjang untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas, apalagi akan segera dibangun bandara Internasional dan pabrik baja di Kabupaten Kulonprogo yang secara langsung akan membutuhkan kesiapan penambahan penopang kekuatan beban jalan," kata Fathoni.
Menurut dia, pembanguan "fly over" serta "underpass" baru itu, merupakan kelanjutan dari pembangunan "fly over" yang telah dilakukan sebelumnya di perempatan Jombor, Janti, serta Lempuyangan.
Pembangunannya, menurut dia, berdasar pada studi yang telah dilakukan sejak sekian tahun lamanya, mengacu pada kota-kota besar seperti DKI Jakarta.
Selanjutnya, dalam studi tersebut nanti juga akan ditentukan perempatan mana yang tepat memakai "underpass" atau "fly over".
"Yogyakarta tidak dapat terlepas dari pembangunan `fly over` atau `underpass` untuk mengurai kemacetan lalu lintas. Kami harapkan pada 2016 sudah bisa dimulai," kata dia.
Sementara itu, menurut dia, untuk "fly over" dan "underpass" di perempatan Jombor pada pertengahan Juni 2014 sudah dapat difungsikan secara resmi.
Hal itu, kata dia, juga disiapkan bersamaan dengan keperluan jalur arus mudik menjelang Lebaran mendatang. "H-30 Lebaran, `fly over` di Jombor sudah secara resmi bisa dipakai, kami harapkan dapat memperancar jalur mudik Lebaran," kata Fathoni.
(KR-LQH)
