Logo Header Antaranews Jogja

Bionic MIPA UNY ekspedisi di TNUK

Minggu, 18 Mei 2014 23:07 WIB
Image Print
Burung Punai (Foto id.wikipedia.org)

Jogja (Antara Jogja) - Kelompok Pengamat Burung Bionic Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta melakukan ekspedisi di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, untuk mengetahui populasi dan persebaran burung Punai Besar.

"Burung Punai Besar (Treron capellei) termasuk dalam famili Columbidae yang merupakan burung pemakan buah dan biji-bijian berukuran sedang (36 cm). Burung ini hanya tersebar di daerah tropis yang hanya ada di hutan dataran rendah Sunda Besar," kata Ketua Tim Ekspedisi Ahmad Saiful Abbid di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, tren populasi yang cenderung menurun akibat degradasi habitat menjadikan burung itu mempunyai persebaran terbatas dan kemungkinan akan mengalami penurunan jumlah populasi.

"Sungguh disayangkan jika burung penyebar biji tanaman untuk menjaga kelestarian hutan yang semakin rusak itu akan semakin sedikit keberadaannya," katanya.

Ia mengatakan burung itu dikategorikan sebagai burung berstatus rentan punah oleh International Unio for Concervation of The Nature (IUCN).

"Catatan terakhir tentang adanya Punai Besar di Jawa pada Oktober 1988 di air terjun Cigenter TNUK berjumlah 10-15 ekor," katanya.

Namun, kata dia, data populasi dan pola persebaran Punai Besar di Jawa khususnya di TNUK sampai sekarang belum ada. Hal ini yang melatarbelakangi ekspedisi Kelompok Pengamat Burung (KPB) Bionic Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

"Kegiatan ekspedisi merupakan penelitian yang dilakukan yang dibiayai oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2014," katanya.

Menurut dia, ekspedisi diikuti oleh sepuluh anggota Bionic Fakultas MIPA UNY yang terdiri atas sembilan mahasiswa dan satu alumnus Jurusan Pendidikan Biologi.

"Tim dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama melakukan pengamatan di sekitar Sungai Cigenter yang merupakan tempat catatan pertemuan terakhir burung Punai Besar dan tim kedua melakukan pengamatan di pulau-pulau yang berada di Resor Handeuleum," katanya.

(B015)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026