Logo Header Antaranews Jogja

DIY kembangkan energi terbarukan tingkatkan elektrifikasi

Rabu, 3 September 2014 22:30 WIB
Image Print
Kabupaten Gunung Kidul mengembangkan energi terbarukan tenaga surya (Foto Bappeda Gunung Kidul)

Jogja (Antara Jogja) - Dinas Pekerjaan Umum, Energi dan Sumber Daya Mineral Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan akan terus mengembangkan potensi energi baru terbarukan guna meningkatkan pemenuhan elektrifikasi atau kebutuhan energi listrik di wilayah terpencil daerah setempat.

"Sampai sekarang baru terealisasi tiga persen dari 11 persen bauran potensi energi baru terbarukan. Sehingga yang delapan persen akan terus kami usahakan untuk dikembangkan lagi," kata Kepala Bidang Energi Dinas Pekerjaan Umum dan ESDM DIY Edi Indrajaya di Yogyakarta, Rabu.

Ia mengatakan selama ini sumber-sumber energi terbarukan hasil penelusuran telah dimanfaatkan melalui pembangunan Pembangkit Listrik (PLTA), serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Sumber energi listrik tersebut, menurut dia telah disalurkan ke masyarakat secara langsung ke masing-masing rumah tangga maupun secara kolektif. "Itu baik dalam bentuk tenaga listrik, maupun bahan bakar," katanya.

Energi terbarukan tersebut, menurut dia dialirkan ke wilayah terpencil yang masih membutuhkan elektrifikasi.

Ia mengatakan penyaluran terbesar yakni ditujukan untuk wilayah Kabupaten Kulon Progo dan Gunung Kidul yang selama ini dianggap paling membutuhkan.

Menurut dia, saat ini terdapat empat macam potensi energi baru terbarukan yang potensial dikembangkan di DIY.

Sejumlah energi tersebut yakni energi tenaga surya, air, angin dan biomass. "Yang paling mendominasi adalah energi biomass yang diperkirakan memiliki kapasitas daya mencapai 50 mega watt (MW)," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum DIY Rani Samsinarsi sebelumnya mengatakan pengelolaan energi baru terbarukan jenis biomass telah disiapkan melalui Balai Instalasi Pengelolaan Limbah di Sewon, Kabupaten Bantul, serta tempat pembuangan sampah akhir di Piyungan, Bantul.

(KR-LQH)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026