Bantul, (Antara Jogja) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengevaluasi kinerja Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Banguntapan II yang diprotes warga karena pelayanannya lamban dan seperti belum sepenuhnya beroperasi 24 jam setiap hari.
"Ini (protes warga) jadi pelajaran yang sangat berharga bagi Dinas Kesehatan dan Puskesmas Banguntapan II, makanya kami akan segera evaluasi," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Bantul, Bintarto di sela-sela audiensi dengan warga di Balai Desa Tamanan Bantul, Senin.
Sebelumnya puluhan warga Desa Tamanan Kecamatan Banguntapan, mendatangi balai desa setempat untuk menyampaikn ketidakpuasan terhadap pelayanan Puskesmas Banguntapan II yang beradadi kompleks balai desa tersebut.
Bintarto mengatakan, Dinkesa sebenarnya sudah rutin memberikan pengarahan ke semua puskesmas di Bantul namun tidak disangka-sangka ada pprotes mengeni pelyann Puskesmas Banguntapan II.
"Kami akui masih banyak kelemahan dalam pelayanan di puskesmas, termasuk di Banguntapan II ini, sehingga harus kami perbaiki. Aspirasi dari bapak-bapak menjadi cambuk bagi kami khususnya Puskesmas Banguntapan II," katanya.
Ia mengatakan, evaluasi terhadap puskesmas ini akan diselesaikan secepat mungkin, termasuk mencari kendala-kendala dalam melayani warga atau keluarga pasien.
"Tentu kami punya target waktu evaluasi. Evaluasi ada tahap-tahapannya. Kami berjanji tidak akan terjadi lagi. Kami mohon warga bersabar dan silakan sampaikan kritik untuk peningkatan pelayanan," katanya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Mekar Jala Arga Desa Tamanan Banguntapan Bantul, Ibnu Santosa mengatakan, warga desa mengeluhkan pelayanan kesehatan maupun administrasi Puskesmas Banguntapan II.
"Pelayanan kesehatan di Puskesmas Banguntapan II ini kan rawat inap dan buka selama 24 jam, sepertinya pelayanan itu (24 jam) belum siap," kata Ibnu disela dialog antara warga dengan pihak Puskesmas.
Menurut dia, mayoritas warga mengeluhkan lambatnya pelayanan dalam memberikan surat rujukan dan sulitnya meminjam ambulans untuk mengangkut pasien gawat darurat, bahkan sempat mengakibatkan pasien korban kecelakaan meninggal karena terlambat penanganan.
"Tidak hanya itu, waktu malam tidak pernah ada dokter jaga, hanya perawat tenaga medis, padahal puskesmas 24 jam. Maka warga minta jangan sampai terjadi lagi terutama di Desa Tamanan dan umumnya se Bantul," katanya.***4***
(KR-HRI)
