PDAM Bantul sediakan 1.500 sambungan air murah

id pdam bantul

Kantor PDAM Bantul, DIY (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul, (Antara Jogja) - Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Dharma Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyediakan sebanyak 1.500 sambungan air dengan biaya pemasangan murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah di daerah ini.

"Program pemasangan sambungan murah ini diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dengan hanya membayar Rp250.000 saja," kata Direktur PDAM Tirta Dharma Bantul Yudi Indarto di Bantul, Senin.

Menurut dia, program sambungan murah ini dalam rangka peningkatan akses berkelanjutan pelayanan air minum bagi MBR di Bantul, serta upaya pencapaian target Universal Acces seratus persen air minum layak 2019.

Ia mengatakan hal ini merupakan program strategis dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat Bantul guna mewujudkan kabupaten yang Projotamansari, sejahtera, demokratis dan agamis.

"PDAM Bantul mengajak seluruh masyarakat Bantul untuk mengikuti program pasang baru biaya murah, namun mengingat kuota terbatas hanya 1.500 sambungan, masyarakat dimohon mendaftar paling lambat 31 Desember 2015," katanya.

Namun demikian, menurut dia, apabila kuota sambungan murah sudah terpenuhi, maka pendaftaran akan ditutup sebelum batas waktu yang telah ditentukan.

"Syarat warga yang bisa mengikuti program ini adalah rumah tangga yang mempunyai daya listrik maksimal 1.300 VA, jarak rumah tidak jauh dari jaringan PDAM, dan menyerahkan salinan fotocopy KTP," katanya.

Yudi Indarto mengatakan, program pasang baru dengan biaya murah bagi MBR ini memang sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir, dan jika dibanding dengan pemasangan biasa ada potongan sebesar Rp500.000, karena normalnya Rp750.000.

"Dengan berlangganan PDAM, maka masyarakat akan mendapatkan berbagai keuntungan, di antaranya kualitas air terjamin dibawah pengawasan Dinas Kesehatan, untuk mendapatkan air tidak membutuhkan lahan yang luas," katanya.***4***

(KR-HRI)

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar