Permintaan BBM di Kulon Progo meningkat

id BBM

Permintaan BBM di Kulon Progo meningkat

ilustrasi (Foto ANTARA/Noveradika)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Daya beli masyarakat di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, terhadap bahan bakar minyak mengalami peningkatkan, seiring turunnya harga bahan bakar minyak.

Direktur Perusahaan Daerah Aneka Usaha yang membawahi SPBU Wates Fitroh Nurwijoyo Legowo di Kulon Progo, Selasa mengatakan daya beli masyarakat kembali menunjukkan peningkatan pada Selasa pagi, setelah harga BBM resmi dinyatakan turun.

"Kami memperkirakan kondisi tersebut hanya berlangsung selama satu hingga dua hari ini," kata Fitroh.

Sebelum ada kebijkan penurunan BBM, kata Fitroh, ada penurunan daya beli paling signifikan terjadi pada produk premium. Sebelumnya, SBPU Wates rata-rata bisa menjual premium sebanyak 2.000-2.200 liter per hari.

Pada libur Natal, lanjutnya, konsumsi premium malah tercatat mendekati 2.500 liter. Namun, volume tersebut turun menjadi sekitar 1.600 ton per hari pada menjelang tahun baru, bahkan sempat menyentuh angka 1.300 liter pada 31? Desember.

Selain itu, kata dia, daya beli masyarakat terharap BBM jenis lain juga menurun. Penjualan pertamax yang sebelumnya mencapai 3.000-3.500 liter per hari, turun menjadi 2.000-2.200 liter. Pertalite yang biasanya terjual 900-1.000 liter per pun juga berkurang menjadi sekitar 800 liter per hari.

"Permintaan BBM berbagai jenis rata-rata mengalami penurunan, kecuali biosolar yang konsumennya memang sudah kalangan tertentu," kata Fitroh.

Terkait kebijakan penurunan harga BBM, ia mengatakan pihaknya belum menghitung kerugian akibat kebijakan ini. Untuk menekan potensi kerugian, pihaknya membiarkan tangki timbun sekedar terisi dan tidak harus selalu penuh.

"Selain itu, kalau harga dilivery order (DO) turun, kami tidak rugi. Sebelumnya, kami telah DO dengan harga sebelum ada kebijakan penurunan BBM," katanya.

Sementara itu, salah satu penjual BBM di Sentolo Tatik mengatakan dirinya tidak merugi dengan adanya kebijakan penurunan harga BBM.

"Saya masih bisa menjual bensin kemarin dengan harga beli. Jadi tidak rugi," katanya.
KR-STR

Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.