Yogyakarta (Antara Jogja) - Pemerintah Kota Yogyakarta melalui berbagai pihak, termasuk Unit Pelaksana Teknis Malioboro terus melakukan konsolidasi untuk pemanfaatan Taman Parkir Abu Bakar Ali yang baru selesai dibangun.
"Pada saat malam tahun baru, Taman Parkir Abu Bakar Ali ini sudah diuji coba untuk menampung sepeda motor pengunjung. Memang, tidak semua sepeda motor bisa ditampung," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Syarif Teguh di Yogyakarta, Selasa.
Berdasarkan target awal, Taman Parkir Abu Bakar Ali yang dibangun tiga tingkat tersebut akan digunakan untuk memindahkan parkir sepeda motor di sepanjang Jalan Malioboro sisi timur.
Taman Parkir Abu Bakar Ali tersebut memiliki daya tampung sekitar 2.600 sepeda motor. Selain sepeda motor, lantai dasar tempat parkir khusus tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk menampung kendaraan roda empat atau bus wisatawan.
Pemindahan parkir sepeda motor di sisi timur Jalan Malioboro tersebut dilakukan sebagai bagian dari program revitalisasi Malioboro yaitu untuk memaksimalkan fungsi pedestrian jalan tersebut.
Taman parkir tersebut diharapkan dapat dioperasionalkan pada tahun ini. "Kami akan terus melakukan konsolidasi dengan juru parkir di sepanjang Jalan Malioboro yang nantinya akan direlokasi ke Taman Parkir Abu Bakar Ali," katanya.
Sementara itu, salah satu pelaku parkir di Jalan Malioboro Sigit Karsana Putra berharap memperoleh jaminan dari Pemerintah Kota Yogyakarta sebelum dipindah ke tempat parkir baru.
Komunitas parkir, lanjut Sigit, tidak menolak rencana penataan kawasan Malioboro asalkan tidak menghilangkan mata pencaharian komunitas yang selama ini menggantungkan hidupnya di ruas jalan yang menjadi tujuan utama wisata di Kota Yogyakarta.
Ia menyebut, ada ratusan juru parkir yang menggantungkan hidupnya di ruas Jalan Malioboro sehingga ia berharap tidak ada penggusuran apapun dalam proses penataan kawasan itu.
(E013)
